Beranda Nasional AGH Divonis 3,5 Tahun Atas Penganiayaan David, Lebih ringan dari tuntutan JPU

AGH Divonis 3,5 Tahun Atas Penganiayaan David, Lebih ringan dari tuntutan JPU

0
AGH Divonis Penganiayaan David
AGH saat reka adegan kasus penganiayaan David / CNN

Hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menjatuhkan vonis 3,5 tahun terhadap AGH dalam kasus penganiayaan David Ozora oleh Mario Dandy. AGH dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan turut serta melakukan penganiayaan berat dengan terencana terlebih dahulu sebagaimana dalam dakwaan primer.

“Menjatuhkan pidana terhadap anak oleh karena itu dengan pidana selama 3 tahun dan 6 bulan di LPKA,” ujar Hakim Sri Wahyuni Batubara dalam pembacaan putusan, Senin (10/4).

Hal yang memberatkan AGH karena korban merupakan anak yang sampai saat ini masih di rumah sakit dengan kerusakan berat pada otak.

Sementara, yang meringankan adalah usia AGH masih 15 tahun. Selain itu, ia diharapkan memperbaiki diri dengan menyesali perbuatannya.

Vonis AGH tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Sebelumnya, JPU menuntutnya 4 tahun penjara.

Dalam vonisnya, hakim meyakini bahwa AGH bersalah dengan terlibat dalam penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy (20) dan Shane Lukas (19).

Hakim pun menyimpulkan bahwa AG terbukti melanggar Pasal 355 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, sebagaimana dakwaan kesatu primair.

Dalam menjatuhkan vonis putusan kepada AG, hakim mempertimbangkan sejumlah keadaan yang memberatkan dan meringankan untuk AG.

Keadaan yang memberatkan bagi AGH adalah korban, yakni David Ozora sampai saat ini masih berada di rumah sakit dan mengalami kerusakan otak berat.

Sedangkan, hal yang meringankan AGH adalah ia masih anak berusia 15 tahun yang diharapkan bisa memperbaiki diri, menyesali perbuatannya, dan memiliki orang tua yang mengidap penyakit stroke dan kanker paru stadium empat.

Berdasarkan fakta-fakta persidangan, penganiayaan dilakukan oleh Mario Dandy setelah AGH mengaku dilecehkan oleh David. Namun, menurut hakim, pengakuan AG soal pelecehan tersebut tidak benar, Kawula Muda.

“Jika dipaksa, anak akan mengalami trauma, tapi anak tidak mengalami hal itu. Terbukti dari pernyataan anak, setelah bersetubuh dengan korban, anak juga bersetubuh dengan Dandy sebanyak lima kali,” jelas hakim, melansir BBC.

AGH juga dinilai terlibat ‘aktif’ dalam merencanakan penganiayaan, terbukti ‘mengelabui’ korban untuk menemuinya, dan tidak berupaya mencegah ataupun menghentikan aksi penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy ketika David telah terkapar dan tidak bergerak.

Putusan ini diketahui lebih ringan dibanding tuntutan jaksa penuntut umum yang menginginkan AG dihukum penjara selama 4 tahun dan ditempatkan di LPKA.

AGH dituntut empat tahun kurungan karena penganiayaan itu tidak dilakukan secara spontan, melainkan sudah direncanakan dahulu sebelumnya.

AGH dinilai telah melanggar Pasal 355 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP tentang penganiayaan berat dengan rencana.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini