Beranda News Asal Usul Petasan yang Diciptakan di Tiongkok Sejak Abad ke-7 Masehi untuk...

Asal Usul Petasan yang Diciptakan di Tiongkok Sejak Abad ke-7 Masehi untuk Mengusir Roh Jahat

0
Asal Usul Petasan
Ilustrasi Petasan / net
Mengenai asal usul petasan yang jarang diketahui, petasan adalah benda peledak kecil yang digunakan untuk merayakan perayaan tertentu, seperti tahun baru, pernikahan, atau festival budaya lainnya. Asal usul petasan tidak sepenuhnya jelas, tetapi sejarah mencatat bahwa benda peledak tersebut pertama kali diciptakan di Tiongkok pada abad ke-7 Masehi.

 

Menurut catatan sejarah asal usul petasan, pertama kali digunakan sebagai alat untuk mengusir roh jahat dan buruk pada saat perayaan Tahun Baru Cina. Masyarakat Tiongkok kuno percaya bahwa suara keras yang dihasilkan oleh petasan dapat mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan pada tahun yang baru.

Melansir dari berbagai sumber, pada awalnya petasan terbuat dari bambu yang diisi dengan bubuk mesiu. Namun, seiring berjalannya waktu, petasan menjadi semakin rumit dan dilengkapi dengan bahan-bahan seperti kertas warna-warni, kain, dan logam yang dibentuk menjadi berbagai bentuk dan ukuran yang berbeda.

Dalam perkembangannya, petasan menjadi sangat populer di seluruh dunia, terutama di Asia dan Amerika. Namun, penggunaan petasan seringkali dianggap berbahaya dan merugikan lingkungan, sehingga di beberapa negara penggunaannya dibatasi atau dilarang.

Di Indonesia, petasan telah digunakan selama berabad-abad sebagai bagian dari tradisi dan budaya.

Penggunaan petasan seringkali terkait dengan perayaan Tahun Baru Imlek, pernikahan, dan acara keagamaan tertentu. Bahkan di beberapa daerah, petasan juga digunakan sebagai bagian dari upacara adat.

Namun, penggunaan petasan di Indonesia seringkali menimbulkan kekhawatiran akan keamanan dan lingkungan. Banyak kasus kecelakaan terjadi akibat penggunaan petasan yang tidak sesuai aturan, serta dampak negatif pada kesehatan manusia dan lingkungan.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan berbagai aturan dan regulasi terkait penggunaan petasan, dan mengimbau masyarakat untuk menggunakannya dengan bijak dan sesuai aturan yang berlaku.

Selain itu, beberapa daerah di Indonesia seperti Jakarta dan Bali telah melarang penggunaan petasan untuk mengurangi dampak negatif pada lingkungan dan kesehatan manusia.

Meskipun demikian, penggunaan petasan tetap menjadi bagian dari tradisi dan budaya Indonesia, sehingga perlu dijaga dan dilestarikan dengan cara yang aman dan bertanggung jawab.

(kaje/red)

Baca juga: Cegah Impor Pakaian Bekas ”Thrifting” Polri Perketat Perbatasan Laut Indonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini