Beranda Rubrik Asal-usul Sejarah Tentang Sabu-sabu dan Efek Sampingnya

Asal-usul Sejarah Tentang Sabu-sabu dan Efek Sampingnya

0
Asal-usul Sejarah Tentang Sabu
Ilustrasi Sabu / net

Asal-usul tentang sabu-sabu atau methamphetamine, memiliki sejarah yang cukup panjang sebagai zat yang digunakan baik untuk keperluan medis maupun penyalahgunaan.

Sabu-sabu atau methamphetamine adalah sebuah jenis narkotika stimulan yang ilegal dan berbahaya. Bahan kimia utama dalam produksi sabu-sabu adalah pseudoephedrine atau ephedrine, yang biasanya ditemukan dalam obat dekongestan, serta bahan kimia tambahan seperti aseton, asam klorida, dan bahan kimia lainnya.

Sabu-sabu diproduksi secara ilegal di berbagai tempat di seluruh dunia, dan tidak ada satu tempat asal yang spesifik. Namun, ada beberapa daerah yang dikenal sebagai produsen utama sabu-sabu.

Beberapa negara seperti Meksiko, Myanmar (Burma), dan beberapa negara di wilayah Asia Tenggara, terutama di daerah perbatasan dengan Myanmar, dikenal sebagai wilayah produksi sabu-sabu yang signifikan.

Selain itu, ada juga jaringan produksi dan distribusi sabu-sabu yang beroperasi di negara-negara seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan negara-negara Eropa.

Pabrik-pabrik clandestine atau ilegal sering kali didirikan di tempat terpencil atau di wilayah yang sulit dijangkau untuk menghindari pengawasan dan penindakan hukum.

Namun, penting untuk dicatat bahwa informasi tentang produsen dan jalur distribusi sabu-sabu terus berubah seiring upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh berbagai negara untuk mengatasi masalah narkotika.

Berikut adalah tentang sejarah asal usul narkotika jenis sabu, melansir dari berbagai sumber.

1. Penemuan Awal

Sabu-sabu pertama kali disintesis pada tahun 1919 oleh seorang ahli farmasi Jepang bernama Akira Ogata. Ia berhasil mensintesis zat tersebut dari ephedrine, yang berasal dari tanaman Ephedra.

2. Penggunaan Medis Awal

Sabu-sabu awalnya digunakan dalam bidang medis sebagai obat pereda kelelahan, depresi, dan obesitas. Pada awalnya, sabu-sabu dianggap sebagai obat yang memiliki manfaat terapeutik dan digunakan dalam pengobatan berbagai kondisi kesehatan.

3. Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap

Pada tahun 1930-an, penyalahgunaan sabu-sabu mulai meningkat di beberapa negara, terutama di Jepang dan Amerika Serikat. Penggunaan sabu-sabu sebagai obat penenang dan perangsang yang kuat menyebabkan penyalahgunaan yang meluas dan peredaran gelap narkotika jenis ini.

4. Penggunaan dalam Perang

Selama Perang Dunia II, sabu-sabu digunakan oleh beberapa negara, termasuk Jepang dan Jerman, untuk meningkatkan daya tahan dan kinerja tentara. Zat ini dianggap sebagai obat yang dapat meningkatkan energi dan keberanian.

5. Larangan dan Kendali

Seiring dengan meningkatnya penyalahgunaan dan dampak negatif dari sabu-sabu, banyak negara mulai mengadopsi undang-undang dan peraturan yang mengatur penggunaan, produksi, dan peredaran narkotika jenis ini. Pada tahun 1970, Amerika Serikat mengklasifikasikan sabu-sabu sebagai zat terlarang di bawah Undang-Undang Pengendalian Narkotika.

Sejak saat itu, banyak negara di seluruh dunia telah mengadopsi undang-undang dan kebijakan yang melarang sabu-sabu dan narkotika jenis amfetamin lainnya karena potensi penyalahgunaan, dampak kesehatan yang merusak, dan ancaman terhadap keamanan masyarakat.

Efek Samping Sabu pada Kesehatan

Penggunaan sabu-sabu atau methamphetamine dapat memiliki efek samping yang serius dan merusak kesehatan.

Berikut adalah beberapa ragam efek samping yang bisa terjadi akibat penggunaan sabu-sabu:

Efek fisik  
  • Penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan yang signifikan.
  • Peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, yang dapat meningkatkan risiko      serangan jantung dan stroke.
  • Peningkatan suhu tubuh yang ekstrem, yang dapat menyebabkan kerusakan            organ dan kegagalan organ.
  • Mengganggu tidur dan pola makan yang sehat.
  • Mulut kering dan masalah gigi yang parah (meth mouth) akibat kekurangan air        liur dan kebiasaan menggigit atau mengunyah benda-benda keras.

Efek mental dan perilaku

  • Keadaan euforia yang intens, gejala kebahagiaan berlebihan, dan kepercayaan        diri yang berlebihan.
  • Rasa cemas, paranoia, atau kecurigaan yang berlebihan.
  • Gangguan tidur yang serius dan insomnia.
  • Perubahan suasana hati yang drastis dan seringkali tidak terduga.
  • Tingkat energi yang tinggi yang diikuti oleh periode kelelahan dan depresi yang        mendalam (crash).
  • Gangguan kognitif, termasuk kesulitan dalam memusatkan perhatian,                      mengingat, dan belajar.
Efek jangka panjang
  • Ketergantungan dan kecanduan terhadap sabu-sabu.
  • Kerusakan otak yang permanen, termasuk gangguan kognitif dan masalah              memori.
  • Gangguan mental seperti depresi, kecemasan, psikosis, dan gangguan bipolar.
  • Kerusakan saraf yang dapat menyebabkan kelemahan otot, gemetar, atau                bahkan  kelumpuhan.
  • Kerusakan jantung dan pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyakit             jantung, serangan jantung, atau stroke.
  • Kerusakan hati, paru-paru, dan ginjal.

Penting untuk diingat bahwa efek samping dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti dosis, frekuensi penggunaan, dan kepekaan individu. Penggunaan sabu-sabu juga melibatkan risiko overdosis yang mengancam nyawa.

Follow Berita Paragrafnews.com di Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini