Beranda Daerah DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang Minta Pemerintah Beri Bantuan Anggaran Organisasi Kepramukaan

Bakhtiar Wakkang Minta Pemerintah Beri Bantuan Anggaran Organisasi Kepramukaan

0
Bakhtiar Wakkang Minta Pemerintah bantu Pramuka
Anggota DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang

Anggota DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang meminta agar pemerintah daerah memberi perhatian lebih terhadap kemajuan organisasi Pramuka di Kota Bontang, salah satunya terkait bantuan dana Gerakan Pramuka.

Baca juga: Gelar RDP, DPRD Bontang Soroti Soal Jembatan Kayu Kampung Selambai Masih Banyak yang Rusak

Menurut BW sapaan akrabnya, bantuan anggaran ini diperlukan untuk menopang kegiatan Pramuka yang sangat besar. Apalagi pendidikan kepramukaan merupakan ekstrakurikuler wajib di sekolah, merupakan sebuah organisasi kepanduan, mengandung nilai-nilai revolusi mental yang sangat dibutuhkan oleh bangsa Indonesia.

“Revitalisasi dan rencana strategis Gerakan Pramuka tidak bisa jalan maksimal jika anggarannya minim. Apalagi untuk memajukan organiasi Pramuka ini diperlukan kemandirian pembiayaan. Dan soal pembiayaan itu belum memungkinkan kalau mau diperoleh dari iuran anggota,” ujarnya, Senin (31/7/2023).

Selain itu, diungkapkan BW sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 menyebutkan bawa Organisasi Gerakan Pramuka harus memiliki sumber dana sendiri.

Hal ini mengisyaratkan gerakan Pramuka untuk membentuk badan usaha dan mengelola aset yang dimiliki. Namun, upaya ini disebut BW sulit dilakukan dengan keadaan anggaran yang minim. Maka diperlukan bantuan pemerintah daerah baik moril maupun materiil, sebagai bentuk dukungan untuk memajukan organisasi Pramuka di Kota Taman.

“Jadi saya berharap Pramuka bisalah mendapat perhatian khusus dari Pemkot Bontang. Dan bisa dibangunkan kantor Kwarcab tetap,” timpal BW.

Selain itu juga, Politikus Partai Nasdem ini juga menyebutkan bahwa sesuai amanat UU No. 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, Pemerintah wajib memberikan dukungan materil dan moril kepada Pramuka dari tingkat pusat sampai daerah-daerah.

“Jadi tidak boleh dipersulit karena sudah menjadi amanat UU bahwa pemerintah wajib memberikan dukungan kepada Pramuka,” tegasnya.

Sejarah Singkat Pramuka

Melansir pramuka.go.id, Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Orang Muda yang Suka Berkarya.

Pramuka merupakan sebutan bagi Anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi;

1. Pramuka Siaga (7-10 tahun)
2. Pramuka Penggalang (11-15 tahun)
3. Pramuka Penegak (16-20 tahun) dan
4. Pramuka Pandega (21-25 tahun)

Kelompok anggota yang lain disebut anggota dewasa. Sedangkan yang dimaksud “Kepramukaan” adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur.

Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia.

Kepanduan di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1923 yang ditandai dengan didirikannya (Belanda) Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung. Sedangkan pada tahun yang sama, di Jakarta didirikan (Belanda) Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO).

Kedua organisasi cikal bakal kepanduan di Indonesia ini meleburkan diri menjadi satu bernama (Belanda) Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO) di Bandung pada tahun 1926.

(adv/kaje/red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini