Beranda Daerah DPRD Bontang Banjir Rob di Bontang Kuala Masih Jadi Momok, Dewan Sebut Pemkot Lamban...

Banjir Rob di Bontang Kuala Masih Jadi Momok, Dewan Sebut Pemkot Lamban Respon Keluhan Warga

0
Banjir Rob Bontang Kuala
Inspeksi Mendadak (Sidak), Komisi III DPRD Bontang di Kelurahan Bontang Kuala

Jalan Piere Tendean, Kelurahan Bontang Kuala hingga saat ini masih menjadi daerah langganan banjir rob. Tak tanggung-tanggung, bahkan banjir bisa terjadi hingga tiga kali dalam seminggu, membuat masyarakat kian resah.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina menyebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang lamban dalam merespon keluhan masyarakat di Bontang Kuala tersebut.

“Lihat aja itu sampai sekarang belum ada perbaikan, sementara banjirnya semakin hari semakin tinggi. Padahal sudah beberapa kali kita terima aduan warga. Maka itu, kami desak pemerintah agar segera tindaklanjuti banjir rob yang semakin parah ini. Bayangkan saja, seminggu banjir bisa sampai 3 kali,” ujarnya saat Inspeksi Mendadak (Sidak), di Kelurahan Bontang Kuala, Senin (5/6/2023) lalu.

Amir pun meminta agar Pemkot Bontang segera membuat skema penanganan banjir menjadi skala prioritas di tahun 2023 ini, untuk meminimalisir banjir.

“Kami minta Pemkot agar penanganan banjir rob ini jadi skala prioritas, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat,” timpalnya.

Hal serupa diungkapkan Anggota Komisi III DPRD Bontang Abdul Samad. Dirinya turut menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai kurang memperhatikan soal banjir rob yang selalu dikeluhkan masyarakat. Padahal, jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat Bontang Kuala.

Namun, Akibat banjir yang kerap merendam jalan masuk ke Kampung Wisata Bontang itu, membuat aktivitas masyarakat jadi terhambat.

“Kasihan itu masyarakat yang mau bekerja atau mengantar anaknya ke sekolah. Harus nunggu airnya surut dulu berjam-jam baru bisa lewat,” terangnya.

Selain itu, Politisi Partai Hanura ini menyebut minimnya penanganan yang dilakukan Pemkot Bontang menjadi penyebab banjir makin parah. Bahkan berdampak ke pelaku UMKM, Akibat banjir para pengunjung enggan masuk ke BK.

“Banjir ini berkali-kali. Parahnya Pemkot Bontang tidak ada respon yang signifikan paling tidak mengurangi dampaknya, terkesan membiarkan. Padahal ini sudah jadi momok yang sangat dikeluhkan masyarakat dan juga pedagang,” imbuhnya.

Samad pun berharap agar Pemkot Bontang bisa merealisasikan penanganan banjir rob ini menjadi skala prioritas di anggaran perubahan 2023 ini.

Apalagi di APBD-Perubahan 2023 ini jumlah anggaran cukup besar yakni 2,2 triliun. Bahkan mencatat sejarah fiskal terbesar sepanjang Kota Bontang berdiri.

“Nah, harusnya dengan anggaran yang besar itu, pemerintah bisa mengalokasikan untuk kebutuhan urgent, seperti penanganan banjir rob. Tolong di sikapi jangan terus dibiarkan apalagi ini bontang kuala jadi tempat wisata,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Lurah Bontang Kuala Sanusi mengatakan pihaknya telah mengusulkan penanganan banjir rob melalui Musrenbang, dengan cara membendung banjir dengan membuat polder. Namun, di tahun ini belum ada informasi penanganan.

“Rencana polder untuk penanggulangan banjir rob sudah dimasukkan melalui Musrenbang, cuman belum ada kejelasan kapan realisasinya,” tuturnya.

(kaje/red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini