Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina

Bontang-Paragrafnews.com: Belum rampungnya pengerjaan parit dan trotoar di jalan Jendral Sudirman Kelurahan Tanjung Laut yang berada disebelah SPBU, dinilai mengganggu aktifitas masyarakat yang melintas apabila kendaraan roda 4 sedang antri untuk mengisi bahan bakar minyak.

“Tanah bekas galian parit dibuang ke badan jalan, kalau sedang ramai antri BBM tentu antrian truck dan mobil roda 4 lainnya akan memakan lebih dari separuh jalan,” ujar Amir Tosina, Ketua Komisi III DPRD Bontang saat meninjau proses pengerjaan parit dan trotoar di Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Tanjung Laut. Selasa (12/11/2019) kemarin.

“Ini yang meresahkan masyarakat, kalau sedang melintas disini,” tambahnya.

Ia pun berharap, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bontang lebih menekan kontraktor lagi, agar segera menyelesaikan pengecoran parit tersebut.

“Minimal yang sebelah SPBU ini tanahnya di angkut terlebih dahulu, agar tidak menumpuk dijalan,” terangnya.

Senada dengan Amir, Abdul Samad meminta DPUPR untuk mengingatkan kontraktor, sebab saat ini yang melayani pengecoran hanya PT. KIE.

“Walaupun prakitan besi dan proses pengecoran itu tidak lama, kontraktor harus memastikan material cornya ke KIE,” pesannya.

Sementara itu, mewakili Dinas PUPR Bontang Bambang Danisworo selaku Kasi Pemeliharaan Bina Marga menjelaskan, proyek jalan senilai Rp 1,2 miliar tersebut, harus selesai pada 14 Desember 2019, jelas Bambang.

Kata Ia, Jika kontraktor melebihi batas waktu sesuai kontrak akan dikenakan denda.

“Saat ini kontraktor sedang menunggu material untuk proses pengecoran,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here