Beranda Daerah DPRD Bontang Dewan Bahas Raperda Penyelenggaran Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga

Dewan Bahas Raperda Penyelenggaran Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga

0
Raperda Kependudukan kota Bontang
Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang Raking

Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang penyelenggaran perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga kembali dibahas Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang Raking mengatakan, pembahasan Raperda Kependudukan dan Keluarga masih akan dibahas beberapa tahapan dan ditarget selesai pada November 2023 mendatang.

“Masih belum rampung semua. Jadi masih proses tahapan kita target November selesai,” ujar Raking, usai rapat di Sekretariat Gedung DPRD Bontang, Senin (11/9/2023).

Adapun isi Raperda tersebut meliputi 40 pasal dan sudah empat kali tahapan pembahasan sampai pada pasal ke 29 sebelum nantinya disahkan. Raperda ini merupakan upaya komprehensif, berkesinambungan, gradual, koordinatif dan optimal secara berkelanjutan oleh pemerintah daerah, pemerintah kabupaten/kota, pemangku kepentingan terkait dan masyarakat, dalam menciptakan, mengoptimalisasi keuletan dan ketangguhan keluarga untuk berkembang guna meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Masih kurang 11 pasal lagi untuk diselesaikan. Semua bisa mencapai target,” timpalnya.

Sementara itu, untuk pembahasan ke empat ini, beberapa hal yang didiskusikan adalah seputar anak-anak usia SD, SMP, SMK dan remaja. Bagaimana membuat panduan-panduan untuk menghadapi remaja usia dini dan setelah remaja. Seperti, apa yang harus diberikan pemerintah kepada remaja-remaja, seperti apa dan bagaimana konseling-konseling terhadap remaja di sekolah dan lainnya.

Tak hanya itu, juga dibahas terkait keluarga rentan yang berada di bawah angka kemiskinan. DPRD dan pemerintah konsen mengurangi keluarga rentan dalam rangka hadapi IKN, terutama bagi para lansia.

“Perlu dikasih kebebasan. Contohnya, yang biasa dilakukan dalam keluarga, para lansia ini dibatasi saat ingin bersosialisasi ke orang-orang sekitarnya. Hal ini menyebabkan tingkat stres lansia meningkat. Nah bagaimana agar turun sehingga memiliki usia lebih panjang,” tandasnya.

(adv/red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini