Beranda News Dibilang Pemindahan IKN Terburu-Buru, Isran Noor : Terbalik, Terlalu Terlambat

Dibilang Pemindahan IKN Terburu-Buru, Isran Noor : Terbalik, Terlalu Terlambat

0
pemindahan ibu kota negara
Gubernur Kaltim, Isran Noor

Sejumlah pihak dari pelbagai kalangan mengatakan rencana pemindahan ibu kota negara (IKN) dianggap terburu buru, namun bagi Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor jutru sebaliknya, ia menilai rencana memindahkan IKN dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur terlambat dilakukan oleh pemerintah.

Ia tak sependapat dengan sejumlah pihak yang menganggap pemindahan ibu kota dilaksanakan dengan terburu-buru.

“Kalau ada yang ngomong bahwa ini terlalu cepat, terbalik, terlalu terlambat,” kata Isran di Titik Nol IKN Nusantara, Penajam Paser Utara, dikutip kompas,com, Rabu (20/4/2022).

Bahkan, kata Isran, pada era Soekarno rencana memindahkan ibu kota sudah pernah diangkat agar ibu kota dibangun di Palangkaraya.

Presiden Soeharto, sambung Isran, juga pernah mewacanakan pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke Jonggol yang terletak di Kabupaten Bogor.

Wacana tersebut baru terealisasi ketika Presiden Joko Widodo memutuskan pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur yang dilanjutkan dengan adanya Undang-Undang IKN.

Menurutnya, Jakarta kini memiliki beragam masalah, mulai dari kemacetan, pemukiman kumuh, banjir hingga penurunan permukaan tanah.

“Rata-rata (permukaan tanah turun) 4 cm per tahun. Kalau 100 tahun 1 abad, berarti ada 4 meter Jakarta akan mengalami penurunan. Bisa dibayangkan sebuah ibu kota mengalami persoalan (seperti ini),” ujar Isran.

Ia yakin, pembangunan ibu kota baru akan terus berlanjut meskipun ada sejumlah pihak yang mengajukan judicial review atas Undang-Undang IKN ke Mahkamah Konstitusi.

“Kalau ada yang mau menggugat, mungkin termasuk anggota DPR RI Fraksi PKB mau menggugat UU Ibu Kota Negara, monggo silakan, tapi enggak akan bisa berhasil. Enggak, enggak akan bisa, ngabisi baterai, akan jalan terus, karena ini adalah hidayah Allah,” kata dia.

“Pemindahan ibu kota kelak tidak hanya menguntungkan masyarakat Kalimantan Timur, tetapi seluruh rakyat Indonesia,” tukasnya. (red/*)

sumber: kompas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini