Beranda Rubrik Dikategorikan sebagai Obat Terlarang, Apa Itu Tramadol-Hexymer? Simak Disini

Dikategorikan sebagai Obat Terlarang, Apa Itu Tramadol-Hexymer? Simak Disini

0
Apa Itu Tramadol-Hexymer
Ilustrasi obat-obatan/ pixabay

Apa Itu Tramadol-Hexymer? Tramadol dan Hexymer adalah dua jenis obat yang berbeda dengan kandungan dan manfaat yang berbeda pula. Mengutip halodoc.com, Tramadol adalah obat penghilang rasa sakit yang kuat yang termasuk dalam kelompok obat narkotika. 

Meskipun Tramadol dan Hexymer memiliki manfaat, tetapi keduanya termasuk obat terlarang karena hanya dapat menggunakan resep dokter.

Sementara itu, Hexymer adalah obat untuk mengobati gejala penyakit parkinson atau mengobati gerakan tremor yang disebabkan dari obat psikiatri tertentu.

Apa Itu Tramadol dan Hexymer?

Di banyak negara, Tramadol diklasifikasikan sebagai obat terkontrol dan memerlukan resep dokter untuk pembelian dan penggunaannya, termasuk di Indonesia.

Tramadol adalah obat penghilang rasa sakit yang kegunaannya untuk mengobati nyeri sedang hingga parah, seperti setelah melakukan operasi atau terkena cedera serius.

Obat ini hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Dokter mungkin akan meresepkan tramadol kepada pasien, jika obat penghilang rasa sakit dengan dosis rendah sudah tidak bisa lagi bekerja.

Hexymer atau nama lainnya trihexyphenidyl adalah obat antikolinergik, yaitu bekerja dengan cara memblokir zat alami tertentu.

Obat ini membantu untuk mengurangi otot yang kaku, produksi keringat dan air liur yang berlebihan, dan meningkatkan kemampuan berjalan pada pengidap penyakit parkinson. 

Obat-obatan antikolinergik juga mampu menghentikan kejang. Seperti kejang otot di bagian punggung, leher, dan kejang di bagian mata karena pengaruh obat psikiatri. 

Kenali Efek Samping Tramadol dan Heximer

Tramadol maupun Hexymer memiliki potensi bahaya dan efek samping jika digunakan secara tidak benar atau dalam dosis yang berlebihan, dan harus selalu digunakan dengan rekomendasi dan pengawasan dokter.

Baik hexymer maupun tramadol memiliki fungsinya masing-masing untuk menangani penyakit. Namun, beberapa orang menyalahgunakan fungsi obat ini sebagai narkoba hingga menyebabkan kecanduan. Padahal, obat ini hanya bisa digunakan dengan resep dokter.   

Berikut beberapa efek samping yang umumnya terjadi pada orang yang mengkonsumsi obat Tramadol.

  • Kesulitan bernafas seperti nafas pendek atau nafas berhenti saat tidur.
  • Detak jantung lambat atau denyut nadi lemah.
  • Pusing seperti akan pingsan.
  • Kejang-kejang
  • Kadar kortisol rendah, seperti mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan merasa sangat lemah.

Sementara itu pada kasus yang lebih serius, Hexymer mungkin bisa berdampak sebagai berikut:

  • Mulut kering.
  • Penglihatan kabur.
  • Pusing.
  • Mual.
  • Merasa gugup.
  • Sembelit.
  • Mengantuk.
  • Kesulitan buang air kecil.

Dalam beberapa kasus, konsumsi hexymer bisa memicu efek samping yang lebih serius dan berpotensi mengancam jiwa, seperti:

  • Halusinasi.
  • Paranoid.
  • Detak jantung tidak teratur.
  • Mengalami glaukoma, dengan gejala seperti sakit mata, mengalami tunnel vision atau penglihatan terowongan, kehilangan penglihatan tiba-tiba.
  • Kulit terasa panas dan kering, serta sulit untuk berkeringat meskipun tubuh dalam keadaan panas.
  • Sembelit parah.
  • Kesulitan dan kesakitan saat buang air kecil.
  • Pikiran atau perilaku yang tidak biasa.
  • Reaksi sistem saraf yang parah seperti otot kaku, demam tinggi, berkeringat, kebingungan, tremor, dan detak jantung tidak menentu.

Selanjutnya pada obat tramadol efek samping yang umum terjadi meliputi sebagai berikut:

  • Sembelit.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit perut.
  • Pusing.
  • Mengantuk.
  • Kelelahan.
  • Sakit kepala dan gatal.

Sementara itu pada kasus yang lebih serius, tramadol mungkin bisa berdampak sebagai berikut:

  • Kesulitan bernafas seperti nafas pendek atau nafas berhenti saat tidur.
  • Detak jantung lambat atau denyut nadi lemah.
  • Pusing seperti akan pingsan.
  • Kejang-kejang
  • Kadar kortisol rendah, seperti mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan merasa sangat lemah.

Penutup

Masyarakat harus menyadari bahwa penggunaan obat-obatan hanya boleh dilakukan atas rekomendasi dan pengawasan dokter, dan harus selalu mematuhi dosis dan jangka waktu penggunaan yang telah ditentukan. Jangan pernah menggunakan obat yang diresepkan untuk orang lain, atau membeli obat tanpa resep dokter.

Penting bagi masyarakat untuk memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya tentang obat-obatan yang akan mereka konsumsi, serta memahami bahaya dan risiko yang dapat terjadi jika obat-obat tersebut digunakan secara tidak benar.

Baca juga: Gudang Penyimpanan Jutaan Pil Tramadol dan Heximer Dibongkar Polisi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini