Beranda Daerah DPRD Bontang DPRD Bontang Minta Pemerintah Buat Formulasi Pengentasan Stunting

DPRD Bontang Minta Pemerintah Buat Formulasi Pengentasan Stunting

0
Ketua Komisi II DPRD Bontang Rustam

Angka stunting di Kota Bontang, Kalimantan Timur masih tinggi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bontang tahun 2022 tercatat ada 1.156 anak di Bontang mengalami stunting dengan jumlah prevalensi stunting sebesar 21 persen.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Diskes Bontang Jamilah Sayuthi menjelaskan, stunting merupakan masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak.

Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya.

“Rata-rata Balita yang mengalami stunting berusia 0-59 bulan. Data itu kami peroleh saat pemantauan pengukuran di Posyandu. Seperti lingkar kepala, tinggi badan, dan berat badan,” ujarnya belum lama ini.

Masalah stunting ini pun mendapat sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang.

Menurut Ketua Komisi II DPRD Bontang Rustam mengatakan, seharusnya perhatian dan upaya pemerintah dalam mengentaskan masalah stunting ini bisa lebih massif lagi dilakukan.

“Pengentasan stunting ini jadi salah satu tugas pokok pemerintah untuk membuat formulasi penyelesaian masalah ini (stunting),” ungkapnya.

Apalagi menurut Politikus Partai Golkar ini, Bontang sebagai kota industri mempunyai peran strategis dalam mengatasi persoalan, mulai kemiskinan hingga stunting yang seharusnya bisa diselesaikan.

“Harus diselesaikan. Bontang ini kota industri tapi kok bisa stuntingnya tinggi, bahkan sampai ada anak yang mengalamj gizi buruk,” tukasnya. (adv/kaje)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini