Beranda News Gaza Dihantui Kelaparan hanya Mengandalkan Dapur Umum, Stok Makanan Sedikit Bahkan Tidak...

Gaza Dihantui Kelaparan hanya Mengandalkan Dapur Umum, Stok Makanan Sedikit Bahkan Tidak Ada Air Sama Sekali

0

Kondisi yang sangat memprihatinkan di Gaza karena penduduknya untuk mendapatkan makan sehari hari bergantung pada dapur umum. ABC News melaporkan, stok makanan menipis hanya mengandalkan bantuan, bahkan tidak ada air sama sekali.

Perang Israel-Hamas

Ketika perang Israel-Hamas melewati batas 100 hari pada minggu ini, Jalur Gaza terus mengalami kehancuran di tengah konflik tersebut, dimana sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak, dan mereka yang masih berada di Gaza dalam keadaan putus asa.

“Saya berjalan satu kilometer [sekitar tiga perempat mil] dengan kaki saya, bolak-balik setiap hari, setiap hari, agar anak-anak saya dapat makan,”

Maryam Al-Dahdouh, seorang ibu empat anak dengan kondisi hamil untuk mendapatkan makanan dia harus menempuh perjalanan 1 kilo meter menuju dapur umum di Rafah, Gaza selatan.

“Tidak ada air, jadi kami berjalan bermil-mil untuk mengambil sebotol air untuk anak-anak. Empat anak, saya hamil, dan tidak ada makanan sama sekali. Saya ibu hamil. Ibu hamil ini belum makan telur, susu atau apapun yang sehat selama tiga bulan sampai sekarang,” kata Al-Dahdouh kepada ABC News pada hari Rabu (17/1).

Konflik Gaza

Sejak serangan mendadak kelompok teroris Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, jumlah korban tewas di kedua pihak yang berkonflik terus meningkat.

Kondisi memprihatinkan di Gaza
Dapur umum di Rafah, di Gaza selatan / FOTO: ABC News

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas, lebih dari 24.000 orang tewas di Gaza dan lebih dari 61.000 lainnya terluka.

Sementara itu kantor perdana menteri Israel menyebut, di Israel setidaknya 1.200 orang tewas dan 6.900 lainnya terluka serta
526 tentara Pasukan Pertahanan Israel telah tewas, termasuk 193 orang sejak operasi darat di Gaza dimulai.

IDF mengatakan pihaknya hanya menargetkan Hamas dan militan lainnya di Gaza dan menuduh bahwa Hamas sengaja berlindung di belakang warga sipil, namun hal ini dibantah oleh kelompok tersebut.

Laporan PBB

PBB melaporkan, lebih dari 60% rumah di Gaza telah hancur. Selain itu diperkirakan sekitar 85% penduduk Gaza, atau 1,9 juta orang, terpaksa meninggalkan rumah mereka, banyak dari mereka kini tinggal di tenda-tenda di Gaza selatan dalam kondisi yang sangat sulit dan bergantung pada bantuan terbatas yang dikirimkan dari Mesir.

“Banyaknya warga sipil di perbatasan sulit untuk dibayangkan dan kondisi tempat mereka tinggal tidak manusiawi,” kata Wakil Direktur Eksekutif UNICEF Ted Chaiban kepada ABC News dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah dia kembali dari Gaza pada hari Kamis.

Baca juga: Geram, Jokowi Kembali Kutuk Serangan Israel ke Palestina

red/kaje (ABC News)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini