Beranda Bisnis Kuliner Gudeg Khas Jogja, Hadirkan Kenikmatan yang Legendaris

Gudeg Khas Jogja, Hadirkan Kenikmatan yang Legendaris

0
Gudeg Khas Jogja
Foto: Ist/Net

Gudeg khas Jogja memiliki cita rasa yang sangat unik. Salah satu makanan nusantara ini terbuat dari nangka muda dan santan. Menariknya, butuh waktu hingga berjam-jam untuk mendapatkan tekstur kematangan gudeg.

Tak heran jika cita rasa yang hadir dari sajian gudeg cenderung berbeda dengan sayur nangka biasa. Kepopuleran hidangan dengan ciri khas manis ini tak hanya menarik minat para wisatawan dalam negeri saja. Bahkan turis-turis asing tak mau ketinggalan untuk jajan gudeg ketika berkunjung ke Jogja.

Gudeg Khas Jogja
Foto: Ist/Netaa

Mengulas Sejarah Gudeg Khas Jogja

Sebagai makanan nusantara yang cukup populer, gudeg memiliki kisah perjalanan panjang yang legendaris. Asal-usul gudeg pun turut dikaitkan dengan terbentuknya Kesultanan Mataram di akhir abad ke-16.

Menurut sejarah, para masyarakat yang berjuang membuka lahan kerajaan, atau dalam bahasa Jawa disebut dengan istilah “babat alas” tidak mendapat pasokan makanan yang cukup. Hal tersebut tentu membuat mereka kelaparan.

Namun tak ingin membiarkan diri dengan rasa lapar yang berkepanjangan, para pekerja kraton mencari bahan makanan untuk mereka olah. Sementara itu, hutan yang mereka jelajahi memiliki banyak sekali pohon kelapa dan nangka.

Merasa tak punya pilihan lain, para pekerja akhirnya merebus nangka mentah bersama santan di dalam panci logam kemudian mengaduknya dengan sebilah kayu. Proses memasak semacam itu dalam istilah bahasa Jawa disebut hangudek. Dari sinilah asal mula nama “Gudeg” muncul.

Proses Pengolahan

Seperti telah tertera sebelumnya, bahwa gudeg khas Jogja terbuat dari nangka muda dan campuran santan. Beda halnya dengan daging nangka matang yang lembut, berwarna kuning, dan sangat manis. Nangka mentah justru lebih dipilih karena memiliki konsistensi kepadatan dan cenderung kering. Pasalnya, tekstur itulah yang membuat gudeg semakin khas dan enak.

Setelah lepas dari kulitnya, nangka muda kemudian dipotong kecil-kecil. Agar warna serta teksturnya semakin pas, nangka harus melalui proses perebusan yang cukup panjang. Umumnya selama 4 sampai 6 jam perebusan. Setelah itu baru menuangkan santan serta racikan bumbu tertentu.

Warna kecoklatan gudeg khas Jogja menjadi daya tarik tersendiri. Hal tersebut timbul karena variasi rempah-rempah alami serta proses perebusan yang lama. Tak lupa tutup daun jati membuat tampilannya semakin merekah dan menggiurkan.

Sejauh ini gudeg khas Jogja hadir dalam beberapa warna, mulai dari krem muda, merah tua dan coklat. Variasi warna pada hidangan ini turut menentukan julukan jenis gudeg sendiri. Sebut saja gudeg putih serta gudeg merah.

Selain daun jati, gudeg merah juga bisa timbul karena tambahan teh celup yang sengaja dimasukkan selama proses perebusan. Tak heran jika warnanya lebih merah dan pekat. Setelah proses memasak selesai, teh celup baru mereka sisihkan. Ada juga yang memberi tambahan terasi agar tingkat kecoklatan lebih sempurna.

Sementara pada gudeg putih, rempah-rempahnya cenderung biasa. Seperti lumbang, jahe, ketumbar, lengkuas, bawang putih, bawang merah, gula aren dan lada hitam. Proses perebusannya pun tak selama gudeg merah.

Jenis Gudeg

Pada dasarnya, hidangan gudeg khas Jogja terbagi menjadi dua jenis, yakni gudeg basah dan kering. Gudeg basah tersaji dengan kapasitas kuah santan yang lebih banyak. Sementara gudeg kering hampir tidak memiliki kuah sama sekali.

Satu hal yang menjadi ciri khas dari gudeg kering adalah tambahan kuah areh di atasnya. Kuah berwarna putih sedikit kuning ini mampu membuat cita rasa gudeg semakin nikmat. Areh sendiri terbuat dari santan kelapa yang melewati proses perebusan sangat lama. Sehingga sari-sari minyaknya sampai keluar.

Selain menghidupkan cita rasa gurih pada hidangan gudeg, proses perebusan tersebut membuat kuah areh mampu bertahan lama. Sehingga tidak mudah basi meski Anda menyimpannya dalam waktu berhari-hari.

Proses Penyajian

Gudeg khas Jogja memiliki penyajian yang sangat lengkap. Biasanya tersaji dengan sejumlah lauk pauk seperti telur, daging ayam, serta sate-satean. Jika Anda datang ke pusat gudeg Jogja, para pemilik turut menyajikan beberapa sayur, ada juga opor ayam dan tahu tempe bacem. Tak lupa pasangan wajib yang turut melengkapi sajian gudeg yakni sambal goreng krecek.

Sambal goreng krecek sendiri merupakan rebusan kulit sapi renyah. Umumnya memiliki tekstur kenyal dan berwarna merah merona. Irisan cabai membuat rasa sambal goreng menjadi sedikit pedas. Ada juga beberapa pusat gudeg yang mencampurkan kacang merah ke dalam sambal goreng tersebut.

Untuk memudahkan para pembeli, gudeg tersedia dalam kemasan besek anyaman bambu. Tak jarang pusat oleh-oleh meletakkannya dalam kendil maupun kemasan kalengan. Meski begitu, sejumlah masyarakat cenderung memilih kemasan besek karena lebih fresh. Sementara kemasan kalengan bisa bertahan hingga satu tahun. Meski rasanya tentu saja tak senikmat ketika baru matang.

Untuk saat ini warung atau restoran gudeg khas Jogja sudah banyak tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Bahkan beberapa juga sudah masuk ke pasaran internasional seperti Singapura. Meski begitu, Anda bisa datang ke Jogja untuk menikmati sajian khas di kota aslinya. Sekian, semoga bermanfaat!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini