Beranda Rubrik Jangan Diabaikan, Ini Bahaya Aspartam bagi Kesehatan jika Dikonsumsi Berlebihan

Jangan Diabaikan, Ini Bahaya Aspartam bagi Kesehatan jika Dikonsumsi Berlebihan

0
Bahaya Aspartam bagi Kesehatan
Ilustrasi - Aspartam pemanis buatan / net

Bahaya aspartam bagi sesehatan jika dikonsumsi berlebihan, sebelumnya mari simak apa itu aspartam. Pemanis buatan adalah senyawa yang digunakan untuk menggantikan gula alami, salah satunya yaitu aspartam. Aspartam adalah pemanis buatan rendah kalori yang terbuat dari dua jenis asam amino, yaitu fenilalanin dan asam aspartat yang merupakan komponen pembangun protein.

Pada dasarnya, aspartam tidak membahayakan kesehatan tubuh selama dikonsumsi dalam batas yang wajar. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, aspartam berisiko menimbulkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan perilaku, diabetes, penyakit alzheimer, hingga kanker.

Bahaya Aspartam bagi Kesehatan jika Dikonsumsi Berlebihan

Mari pahami lebih lanjut mengenai aspartam dan bahayanya bagi kesehatan tubuh melalui ulasan berikut ini.

Aspartam adalah salah satu jenis pemanis buatan yang digunakan untuk memberikan rasa manis pada makanan dan minuman. Senyawa ini merupakan campuran dari dua asam amino, yaitu fenilalanin dan asam aspartat, yang diikat bersama dengan metanol. Aspartam memiliki rasa manis yang sangat kuat, sekitar 200 hingga 300 kali lebih manis daripada gula, sehingga digunakan dalam jumlah yang sangat kecil untuk memberikan rasa manis yang sama dengan gula tanpa menambah kalori.

Aspartam banyak digunakan dalam berbagai produk makanan dan minuman rendah kalori, bebas kalori, atau diet, seperti minuman ringan diet, makanan penutup bebas gula, permen karet tanpa gula, makanan penurun berat badan, dan produk-produk lainnya yang ditujukan untuk mengurangi konsumsi gula.

Aspartam juga dikenal dengan nama dagang lain seperti NutraSweet, Equal, dan AminoSweet, tergantung pada merek dan produsen yang menggunakan pemanis ini dalam produk mereka.

Bahaya Aspartam bagi Kesehatan

Meskipun aspartam telah disetujui oleh berbagai badan pengawas makanan dan kesehatan di berbagai negara sebagai pemanis buatan yang aman untuk dikonsumsi oleh populasi umum, penting untuk diingat bahwa ada beberapa kelompok yang harus menghindari konsumsi aspartam, terutama individu dengan fenilketonuria (PKU), yaitu kondisi genetik yang mengganggu pemecahan fenilalanin dalam tubuh.

Orang dengan PKU tidak dapat mencerna fenilalanin dengan benar dan harus menghindari makanan atau minuman yang mengandung aspartam karena mengandung fenilalanin.

Secara umum, bagi populasi sehat yang tidak memiliki kondisi khusus, aspartam dapat dikonsumsi dalam batas jumlah yang wajar, dan penggunaannya tetap dalam batas yang ditetapkan oleh badan-badan pengawas kesehatan yang berwenang.

Sebagai bagian dari diet yang seimbang dan gaya hidup yang sehat, penggunaan pemanis buatan seperti aspartam dapat membantu mengurangi asupan gula dan kalori secara keseluruhan.

Bahaya Aspartam bagi Kesehatan jika Dikonsumsi Berlebihan

Meski dikategorikan sebagai pemanis buatan yang aman, penting bagi setiap individu untuk membatasi konsumsi aspartam. Pasalnya, pemanis buatan ini akan dipecah menjadi metanol yang berisiko menjadi racun pada tubuh jika kadarnya melebihi batas normal.

Seperti dikutip siloamhospitals, adapun sejumlah gangguan kesehatan yang menjadi dampak negatif aspartam adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan Berat Badan

Bahaya aspartam bagi kesehatan tubuh jika dikonsumsi berlebihan adalah berisiko mengganggu metabolisme di dalam tubuh yang memicu peningkatan berat badan. Selain itu, makanan yang mengandung aspartam sering kali terbuat dari bahan lain yang memiliki kalori tinggi. Jika makanan tersebut dikonsumsi melebihi batas wajar, hal ini dapat menaikkan berat badan hingga menyebabkan obesitas.

2. Memperburuk Migrain

Saat diolah di dalam tubuh, aspartam dapat menghasilkan produk sampingan berupa glutamat. Apabila kadar glutamat melebihi batas normal, kondisi tersebut berisiko menyebabkan sakit kepala serta memperburuk gejala migrain.

3. Memicu Gangguan Perilaku

Konsumsi aspartam secara berlebihan diketahui dapat memicu gangguan perilaku. Aspartam mengandung asam aspartat dan fenilalanin yang akan diubah menjadi metanol, di mana senyawa-senyawa tersebut dapat memengaruhi fungsi kognitif, suasana hati, aktivitas motorik, pola tidur, serta nafsu makan seseorang.

4. Memicu Komplikasi Fenilketonuria

Fenilketonuria adalah kelainan genetik yang menyebabkan penderitanya tidak mampu mengurai fenilalanin dengan baik. Maka dari itu, penderita fenilketonuria perlu menghindari konsumsi produk yang mengandung fenilalanin, seperti aspartam, karena berisiko menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya adalah kerusakan otak.

5. Meningkatkan Risiko Diabetes

Salah satu gangguan kesehatan yang menjadi dampak negatif dari aspartam adalah diabetes. Meski kerap digunakan sebagai pengganti gula untuk penderita diabetes, konsumsi aspartam secara berlebihan justru dapat meningkatkan kadar gula darah yang memicu terjadinya kerusakan pankreas. Akibatnya, produksi hormon insulin dalam tubuh menjadi terganggu sehingga berisiko menyebabkan diabetes.

6. Meningkatkan Risiko Penyakit Alzheimer

Metanol merupakan hasil metabolisme aspartam yang berisiko meningkatkan kadar radikal bebas sehingga turut memicu kerusakan sel-sel di dalam tubuh, termasuk sel pada sistem saraf. Karena itu, aspartam yang dikonsumsi secara berlebihan dan dalam jangka panjang dapat memperburuk kerusakan sistem saraf yang meningkatkan risiko penyakit degeneratif progresif, salah satunya adalah penyakit alzheimer.

7. Meningkatkan Risiko Kanker

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan pada jurnal PLOS Medicine (2022), konsumsi pemanis buatan, terutama aspartam dan acesulfame-K secara berlebihan berpotensi  meningkatkan risiko terjadinya penyakit kanker, seperti kanker payudara dan kanker darah. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui dampak konsumsi aspartam terhadap risiko penyakit kanker.

Melalui ulasan di atas dapat disimpulkan bahwa aspartam adalah pemanis buatan yang perlu dibatasi konsumsinya agar tidak menimbulkan masalah kesehatan. Bagi Anda yang berencana mengganti asupan gula dengan aspartam, ada baiknya apabila Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mencegah terjadinya risiko-risiko berbahaya. (kaje/red/*)

Baca juga: Bahaya bagi Kesehatan, Kemenkes Himbau Masyarakat Kurangi Konsumsi Pemanis Buatan, Ini Dampaknya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini