Beranda News Jarang Diketahui Tentang Sonapur, Wilayah Kumuh Dibalik Gemerlap Kemewahan Dubai, Cek Disini!

Jarang Diketahui Tentang Sonapur, Wilayah Kumuh Dibalik Gemerlap Kemewahan Dubai, Cek Disini!

0
Sonapur Wilayah Kumuh Dubai
Tinggal di gedung dengan fasilitas minim, tempat berjemur dilakukan ditempat yang sama dengan penghuni lainnya (foto: gulfnews)

Dubai, kota yang terkenal dengan kemewahan, megah, dan modernitasnya, juga memiliki sisi lain yang kurang terkenal yaitu Sonapur Wilayah Kumuh. Sonapur adalah sebuah daerah di Dubai yang dikenal sebagai pemukiman kumuh yang terletak di belakang cahaya gemerlap kota Dubai.

Sonapur adalah daerah yang terletak di pinggiran Dubai, dekat dengan perbatasan dengan Sharjah, salah satu emirat di Uni Emirat Arab. Mengutip dailysia, daerah ini menjadi tempat tinggal bagi banyak pekerja migran yang datang ke Dubai untuk bekerja dalam sektor konstruksi, manufaktur, dan pekerjaan berat lainnya.

Banyak pekerja migran di Sonapur berasal dari berbagai negara di Asia Selatan seperti India, Pakistan, Bangladesh, dan Nepal, yang datang mencari pekerjaan di Dubai dengan harapan mendapatkan penghasilan yang lebih baik bagi mereka dan keluarga mereka di negara asal.

Baca juga: Tentang Desa Propaganda di Korea Utara yang Sangat Mencengangkan

Namun, Sonapur Wilayah Kumuh di Dubai dihadapkan pada tantangan dan masalah sosial. Kondisi tempat tinggal di Sonapur seringkali sangat padat, kumuh, dan tidak memadai. Banyak pekerja migran tinggal dalam kondisi yang sangat sederhana, dengan berbagi kamar yang sempit dengan banyak orang, kadang-kadang tanpa akses yang memadai terhadap fasilitas sanitasi dan air bersih.

Infrastruktur dasar seperti saluran air, sanitasi, dan sistem drainase seringkali kurang memadai di Sonapur, menghadirkan risiko kesehatan dan kebersihan yang serius bagi para penghuninya.

Selain itu, Sonapur juga menghadapi tantangan sosial, seperti masalah kecukupan pangan, ketidakpastian pekerjaan, dan masalah sosial lainnya. Kondisi hidup yang sulit dan kurangnya fasilitas yang memadai di Sonapur dapat memberikan dampak negatif pada kesejahteraan fisik dan mental para penghuninya. Dan juga, beberapa pekerja migran di Sonapur juga menghadapi masalah hak asasi manusia, termasuk penindasan, eksploitasi, dan kekerasan.

Sonapur wilayah kumuh dubai
Dalam google map Sonapur 13 km dari bandara internasional Dubai

Untuk lebih lengkapnya, mengutip dari berbagai sumber berikut ini adalah beberapa fakta tentang wilayah kumuh Sonapur yang jarang diketahui karna tertutup kemewahan kehidupan di Dubai.

1. Kondisi perumahan yang buruk

wilayah kumuh sonapur Dubai
Kalau di lantai dua, bisa memanfaatkan balkon yang ada di depan kamar masing-masing (foto: dailymail)

Banyak pekerja migran di Sonapur tinggal dalam kondisi perumahan yang sangat sederhana, dengan berbagi kamar yang sempit, kadang-kadang tanpa akses yang memadai terhadap fasilitas sanitasi dan air bersih. Kondisi perumahan yang buruk ini dapat menyebabkan masalah kesehatan dan kebersihan yang serius bagi para penghuninya.

2. Overcrowding

Sonapur sering menghadapi masalah overcrowding atau kepadatan penduduk yang tinggi. Karena keterbatasan ruang dan biaya perumahan yang tinggi di daerah lain di Dubai, banyak pekerja migran tinggal dalam kondisi yang sangat padat di Sonapur, dengan banyak orang tinggal dalam ruang yang terbatas. Overcrowding dapat mengakibatkan masalah kesehatan, sanitasi, dan kebersihan.

3. Ketidakpastian pekerjaan

Banyak pekerja migran di Sonapur bekerja dalam sektor konstruksi dan manufaktur yang seringkali menghadapi ketidakpastian pekerjaan. Beberapa pekerja migran menghadapi masalah seperti upah yang rendah, kurangnya perlindungan pekerja, dan ketidakpastian kontrak kerja. Hal ini dapat menyebabkan ketidakstabilan ekonomi bagi para pekerja migran di Sonapur.

4. Kondisi kesehatan yang buruk

Kondisi sanitasi yang kurang memadai di Sonapur dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi para penghuninya. Kurangnya akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak, air bersih, dan lingkungan yang sehat dapat meningkatkan risiko penyakit menular dan kondisi kesehatan yang buruk.

5. Kurangnya akses ke layanan sosial

Sonapur juga menghadapi tantangan dalam akses terhadap layanan sosial. Beberapa pekerja migran mungkin menghadapi kendala dalam mengakses layanan kesehatan, pendidikan, dan layanan sosial lainnya karena keterbatasan keuangan, keterbatasan bahasa, atau masalah hukum. Kurangnya akses terhadap layanan sosial dapat memperburuk situasi sosial dan ekonomi para pekerja migran di Sonapur.

6. Diskriminasi dan penindasan

Beberapa pekerja migran di Sonapur menghadapi diskriminasi dan penindasan, baik dari pihak pengusaha atau pihak lain di masyarakat. Diskriminasi berdasarkan ras, agama, atau kewarganegaraan dapat mempengaruhi akses para pekerja migran terhadap pekerjaan, layanan, dan hak asasi manusia.

7. Eksploitasi pekerja

Terdapat laporan tentang eksploitasi pekerja di Sonapur, termasuk upah yang rendah, jam kerja yang panjang, dan kondisi kerja yang tidak aman. Beberapa pekerja migran mungkin menjadi korban eksploitasi oleh pihak pengusaha yang memanfaatkan situasi mereka sebagai pekerja migran dengan status sosial dan ekonomi yang rentan.

Penutup

Pemerintah Dubai telah berusaha untuk mengatasi masalah ini dan telah meluncurkan beberapa inisiatif untuk meningkatkan kondisi di Sonapur, seperti peningkatan infrastruktur dasar, kampanye kesadaran sosial, dan peningkatan regulasi terkait hak pekerja migran.

Namun, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menghadapi tantangan kompleks yang dihadapi oleh Sonapur Wilayah Kumuh di Dubai.

Penting untuk diingat bahwa Sonapur adalah bagian dari kontras sosial yang ada di Dubai, di mana kemewahan dan modernitas Dubai di satu sisi terlihat dalam gedung pencakar langit megah, pusat perbelanjaan mewah, dan infrastruktur canggih, sementara di sisi lain terdapat pemukiman kumuh yang dihuni oleh pekerja migran yang bekerja di sektor-sektor tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini