Beranda News Kisah Penggalian Makan Firaun Tutankhamun, Apakah Benar Para Arkeolog Mininggal Karena Kutukan?

Kisah Penggalian Makan Firaun Tutankhamun, Apakah Benar Para Arkeolog Mininggal Karena Kutukan?

0
penggalian makam Firaun Tutankhamun
Topeng emas Tutankhamun, terlihat di sini tanpa janggutnya, dilapisi dengan lilin parafin oleh fotografer Harry Burton untuk mengurangi pantulan cahaya / BBC

Penggalian makam Firaun Tutankhamun dimulai pada tahun 1915 ketika seorang arkeolog Inggris bernama Howard Carter mendapat dukungan dari seorang bangsawan bernama Lord Carnarvon untuk melakukan penggalian di Lembah Para Raja di Mesir.

Sebelum melakukan penggalian makam Firaun Tutankhamun, Carter awalnya bertugas sebagai pelukis dan ahli gambar pada ekspedisi arkeologis di Mesir sejak tahun 1891. Pada tahun 1907, ia memulai penggalian di Lembah Para Raja, namun ia tidak berhasil menemukan apa pun yang signifikan pada waktu itu.

Setelah bertahun-tahun mencari, pada tanggal 4 November 1922, Carter dan timnya menemukan tangga yang menuju ke makam Tutankhamun. Meskipun makam ini sudah pernah dijarah oleh pencuri, artefak yang masih ada di dalamnya tetap sangat berharga dan penting untuk mengungkap sejarah Mesir Kuno.

Makam Tutankhamun memiliki empat ruangan yang dipenuhi dengan artefak seperti patung-patung, perhiasan, peralatan rumah tangga, senjata, dan banyak lagi. Salah satu artefak paling terkenal yang ditemukan di makam Tutankhamun adalah masker emasnya yang indah.

Penggalian Makam Firaun TutankhamunNamun, penggalian makam Tutankhamun juga diwarnai dengan beberapa kejadian yang kurang menyenangkan. Lord Carnarvon meninggal dunia akibat infeksi yang didapat setelah digigit oleh serangga saat sedang berada di dekat situs penggalian. Ada juga klaim bahwa makam Tutankhamun terkena kutukan dan bahwa Carnarvon meninggal karena kutukan itu, meskipun ini tidak memiliki dasar ilmiah.

Penggalian makam Tutankhamun telah memberikan banyak informasi tentang sejarah dan kebudayaan Mesir Kuno serta memberikan wawasan baru tentang kehidupan Firaun Tutankhamun. Banyak artefak dari makam tersebut masih dipajang di museum di seluruh dunia dan menjadi saksi bisu dari kejayaan Mesir Kuno.

Di atas telah kami rangkum tentang kisah penggalian makam Firaun Tutankhamun. Lalu siapa Firaun Tutankhamun?

Firaun Tutankhamun atau Tutankhamun (juga dikenal sebagai “Raja Anak”) adalah seorang firaun Mesir Kuno yang memerintah dari tahun 1332 SM hingga 1323 SM, selama Dinasti ke-18. Ia naik takhta pada usia sembilan tahun dan meninggal dunia pada usia 18 tahun.

Meskipun masa pemerintahannya singkat, Tutankhamun telah menjadi tokoh terkenal dalam sejarah Mesir Kuno karena makamnya yang utuh dan kaya akan artefak yang ditemukan oleh arkeolog pada abad ke-20. Makamnya ditemukan oleh arkeolog Inggris Howard Carter pada tahun 1922 di Lembah Para Raja, Mesir.

Tutankhamun mungkin bukan seorang firaun yang berpengaruh dalam sejarah Mesir Kuno, tetapi penemuan makamnya mengungkapkan banyak informasi tentang kehidupan dan budaya Mesir Kuno serta memberikan wawasan tentang keindahan seni dan kekayaan kerajaan pada masa itu. Makam Tutankhamun juga menyimpan banyak artefak penting yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan upacara keagamaan di Mesir Kuno.

Sebelum menjadi firaun, nama asli Tutankhamun adalah Tutankhaten. Ia merupakan putra dari firaun Akhenaten dan istrinya, Ratu Nefertiti. Ketika Ay menjadi firaun setelah kematian Tutankhamun, Ay memerintahkan penghapusan nama Tutankhamun dan menggantinya dengan nama Tutankhamun.

Baca juga: Sejarah Tentang Firaun yang di Takuti Rakyat Mesir

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini