Beranda Internasional Korban Bertambah, 30 Orang Tewas Akibat Gempa Semenanjung Noto Jepang

Korban Bertambah, 30 Orang Tewas Akibat Gempa Semenanjung Noto Jepang

0
30 Orang Tewas Akibat Gempa
Pemandangan udara Wajima, Prefektur Ishikawa, sekitar pukul 09:10 pada hari Selasa, di mana banyak rumah rusak akibat kebakaran setelah gempa bumi Semenanjung Noto pada hari Senin / japannews

Sebanyak 30 orang dilaporkan tewas pada pukul 1 siang pada hari Selasa setelah gempa bumi dahsyat melanda Semenanjung Noto dan wilayah lain di Prefektur Ishikawa pada hari Senin, kata pemerintah prefektur Ishikawa.

Melansir japannews, menurut pemerintah prefektur, 15 orang tewas di Wajima, enam orang di Suzu, lima orang di Nanao, dua orang di Anamizu, dan satu orang di Hakui dan Shika.

Baca Juga: Gempa Jepang: Perwakilan RI di Tokyo dan Osaka Siaga Berikan Bantuan Kepada WNI

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan sekitar 1.000 anggota pasukan pertahanan Jepang kini berupaya melakukan pencarian dan penyelamatan di wilayah terdampak gempa.

“Pasukan pertahanan akan menghadapi banyak kendala untuk mencapai area terdampak bencana karena ruas jalan rusak, tapi orang-orang yang terjebak di bawah bangunan harus diselamatkan sesegera mungkin sebelum bangunan roboh,” ujar Kishida, Selasa (02/01).

“Saya telah memerintahkan pejabat pasukan pertahanan untuk melakukan apa yang dia bisa untuk mencapai area terdampak bencana,” lanjutnya.

Pasukan pertahanan Jepang kini sedang berupaya menjangkau Semenanjung Noto yang terisolasi akibat gempa melalui jalur laut.

Nobuko Sugimori, warga Jepang berusia 74 tahun di Kota Nanao berkata bahwa dia belum pernah merasakan gempa dengan kekuatan sebesar ini sepanjang hidupnya.

“Saya berusaha memegangi televisi supaya tidak terjatuh, tapi saya bahkan tidak bisa mempertahankan diri saya yang berayun kuat [akibat getaran gempa],” tutur Nobuko Sugimori kepada kantor berita Reuters.

Sampai Selasa (02/01), tidak ada lagi peringatan tsunami, dan statusnya diturunkan menjadi “imbauan”.

Ribuan orang yang tinggal di wilayah pesisir memilih bermalam di pusat evakuasi setelah diminta mengungsi ke tempat yang lebih tinggi

Sebanyak 18 WNI yang tinggal di Kota Suzu, Prefektur Ishikawa terpaksa bermalam di luar ruangan di atas bukit setelah gempa besar tersebut.

Bersama warga Jepang, mereka membuat api unggun untuk menghangatkan diri dari suhu musim dingin yang mencapai 0 derajat Celsius. Suhu diperkirakan akan lebih dingin lepas tengah malam waktu setempat.

red/kaje

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini