Beranda Daerah DPRD Bontang Masih Tahap Pembahasan, Rustam Harap Raperda Retribusi dan Pajak Daerah Bisa Tingkatkan...

Masih Tahap Pembahasan, Rustam Harap Raperda Retribusi dan Pajak Daerah Bisa Tingkatkan PAD

0
Raperda Retribusi dan Pajak Daerah Bisa Tingkatkan PAD Bontang
Ketua komisi II DPRD Bontang Rustam

Komisi II DPRD Bontang kembali membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Bontang tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Ketua komisi II DPRD Bontang Rustam mengatakan, pembahasan Raperda ini sangat penting untuk menambah pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah. Sebab, pemerintah tidak bisa menarik retribusi dan pajak jika Raperda ini belum diberlakukan. Maka itu, aturan tersebut perlu segera diselaraskan sesuai dengan regulasi Undang-Undang Omnibus Law.

Baca juga: Bakhtiar Wakkang Saran Pemkot Bentuk Badan Promosi Pariwisata Daerah

“Jadi Raperda ini merupakan aturan yang disatukan menyesuaikan dengan regulasi atau Undang-Undang (UU) Omnibus Law yang mencakup berbagai isu atau hukum untuk semua. Dan merupakan instruksi dari pemerintah pusat,” ujarnya saat rapat di gedung DPRD Bontang, Senin (11/9/2023).

Adapun terkait pembahasan Raperda saat ini diuangkan Rustam telah masuk tahapan pembahasan besaran tarif atau nilai retribusi di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) yang harus segera ditetapkan atau diselaraskan. Pun jika ada kenaikan satu rupiah akan dibahas dan disepakati bersama.

Baca juga: Agus Haris Dorong Pemkot Kolaborasi dengan Perusahaan Perhatikan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

”Karena ternyata instruksi dari pemerintah pusat sudah lama, bahkan di Sleman Jogjakarta sudah selesai dan sudah disahkan. Nah saya tidak tahu kenapa di Bontang ini lambat instruksinya. Makanya Kita (DPRD) panggil semua OPD terkait mempertanya apa saja yang ada kenaikan. Kalau di OPD yang tidak ada kenaikan kita tidak akan bahas lebih lanjut biar cepat selesai,” bebernya.

Menanggapi itu, Sekretaris daerah Aji Erlynawati berharap Raperda ini bisa segera terealisasi. Dan diharapkan dapat menambah PAD Bontang yang sangat kecil, sehingga belum mandiri secara fiskal.

“Semoga dengan Raperda ini bisa menjadi solusi. Dan semoga semua berjalan lancar sesuai yang kita harapkan bersama. Kalau pun ada naik dan penurunan nilai yang akan diberlakukan bisa diberikan alasan-alasannya sehingga bisa diterima semua pihak,” terangnya.

(adv/red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini