Beranda News Pemimpin Oposisi Korea Selatan Masuk ICU setelah Ditikam Pria Tak Dikenal

Pemimpin Oposisi Korea Selatan Masuk ICU setelah Ditikam Pria Tak Dikenal

0
Pemimpin oposisi Partai Demokrat Korea Selatan Lee Jae-myung tiba dengan tandu di rumah sakit Universitas Nasional Seoul setelah ditikam di leher oleh pria tak dikenal selama kunjungannya ke Busan, di Seoul, Korea Selatan, 2 Januari 2024 / Reuters

Pemimpin oposisi Partai Demokrat Korea Selatan Lee Jae-myung masih dirawat di rumah sakit dalam perawatan diruang intensive care unit (ICU) pada hari Rabu (03/01) sehari setelah di tikam pria tak dikenal saat berbicara dihadapan para wartawan.

Baca juga: Israel Umumkan Penarikan Sejumlah Pasukan dari Gaza

Melansir Reuters, para ahli bedah mengoperasi Lee selama lebih dari dua jam pada Rabu malam untuk memperbaiki pembuluh darah besar di lehernya yang teriris akibat tusukan pisau penyerang.

Ketua umum Partai Demokrat Hong Ik-pyo mengatakan insiden ini merupakan tindakan teror terhadap Ketua Lee Jae-myung.

“Sangat jelas merupakan tantangan terhadap demokrasi dan ancaman terhadap demokrasi,” kata Hong Ik-pyo.

Dia mendesak dilakukannya penyelidikan secepatnya dan keamanan yang lebih ketat bagi tokoh-tokoh politik terkemuka, seraya mengulangi pertanyaan-pertanyaan baru tentang keamanan dalam kampanye di negara yang memiliki sejarah kekerasan politik meskipun ada pembatasan ketat terhadap kepemilikan senjata.

Jin Jeong-hwa, seorang pendukung partai yang menjadi saksi di lokasi penikaman, mengatakan bahwa insiden tersebut jelas menunjukkan perlunya perlindungan keamanan yang lebih kuat dan profesional bagi para pemimpin politik, bukan hanya polisi yang dikerahkan untuk memantau.

“Orang-orang seperti pemimpin oposisi benar-benar membutuhkan petugas keamanan khusus,” kata Jin dalam wawancara dengan Reuters.

Dia menambahkan, berdasarkan pengalamannya di acara-acara politik, jelas bahwa Lee sangat rentan terhadap ancaman keselamatan pribadi.

Lee, seorang tokoh progresif yang keras kepala dan kalah tipis dalam pemilihan presiden tahun 2022, telah menggalang partainya untuk mempertahankan mayoritas parlemen yang mereka pegang melawan kelompok konservatif pimpinan Presiden Yoon Suk Yeol.

Korea Selatan akan mengadakan pemilu penting pada tanggal 10 April di mana kaum konservatif akan mencoba untuk memenangkan kembali mayoritas untuk pertama kalinya sejak tahun 2016 dan membantu kebijakan pro-bisnis Presiden Yoon Suk Yeol termasuk pemotongan pajak, deregulasi dan reformasi sosial.

Serangan terhadap Lee, yang terjadi dengan cepat namun terekam secara luas dalam rekaman acara publik di luar ruangan, mengejutkan partainya dan saingannya, yang mengutuk semua kekerasan terhadap tokoh politik.

Lee Jae-myung diserang pria tak dikenal

Sebelumnya, Lee Jae-myung, ketua Partai Demokrat yang juga oposisi utama Korea Selatan (Korsel), diserang oleh seorang pria tak dikenal dengan pisau dalam kunjungannya ke kota pelabuhan tenggara Busan, Korsel, pada Selasa (2/1), menurut sejumlah laporan media lokal.

Saat menjawab pertanyaan dari wartawan di Busan sekitar pukul 10.27 waktu setempat atau pukul 08.27 WIB, Lee ditusuk di bagian kiri lehernya dan terjatuh ke lantai bersimbah darah.

Pelaku penyerangan mendekati Lee untuk meminta tanda tangan dan kemudian menikamnya di leher bagian kiri, menurut rekaman video.

Orang-orang di sekitar Lee kemudian menjatuhkan penyerang tersebut sebelum polisi menangkapnya di tempat kejadian.

Menurut kantor berita Yonhap, pisau yang dibawa pelaku memiliki panjang setidaknya 20 cm.

Sekitar 20 menit pascaserangan itu, Lee dibawa ke rumah sakit dalam keadaan sadar.

red/kaje/nrr

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini