Beranda Daerah Pengangguran Meningkat, Akibat Perusahaan tidak Transparan Soal Rekrutmen Tenaga kerja

Pengangguran Meningkat, Akibat Perusahaan tidak Transparan Soal Rekrutmen Tenaga kerja

0

Bontang-paragrafnews: Tidak transparannya rekrutmen tenaga kerja oleh beberapa perusahaan menjadi penyebab salah satu faktor banyaknya jumlah pengangguran di Kota Taman, hal itu di ungkapkan PLT Dinas Ketenagakerjaaan (Disnaker) Bontang, Puguh Harjanto.

Di tahun 2018 tingkat penggangguran meningkat menjadi sebesar 12,44 persen hingga awal 2019 ini, dengan total penduduknya yang hanya berkisar 170-an ribu saja. presentase itupun dikatakan puguh merupakan salah satu yang tertinggi jumlah penganggurannya, dibandingkan dengan daerah lain di Kalimantan Timur.

Dengan presentase yang dirasa tinggi tersebut, pihaknya merasa ada yang salah dengan sistem rekrutmen tenaga kerja yang diterapkan oleh beberapa perusahaan besar di kota taman ini. hal itu tentu telah menyalahi peraturan daerah (Perda) Bontang tentang rekrutmen tenaga kerja,” Ungkap Puguh.

Oleh sebab itu, dengan meningkatnya jumlah penggangguran ini, banyak pekerjaan rumah menjadi fokus Pemerintah Kota Bontang saat ini guna menekan angka penggangguran tersebut. maka dari itu salah satu langkah strategis yang harus diambil pemerintah adalah membangun sinergitas antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). seperti melakukan pendampingan investor, dan memperbaiki sistem rekruitmen maupun melakukan pengembangan industri.

“Pemerintah akan mengambil langkah tegas untuk mengawasi setiap rekruitmen tenaga kerja yang dilakukan perusahaan, sesuai dengan Perda yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Bontang,” Tegas Puguh.

Namun begitu Pemerintah juga akan membantu perusahaan menyelesaikan seluruh hambatan yang dihadapi, contohnya bekerja sama dengan melakukan peningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) para pencari kerja itu sendiri Dengan memberikan pelatihan-pelatihan kerja,” Tutup Puguh.

Untuk di ketahui ada dua industri besar bakal beroperasi di Kota Taman, yakni Pembangunan mega proyek pabrik pengolahan Crude Palm Oil (CPO) senilai Rp 3 triliun di Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, yang diprediksi serap 5 Ribu tenaga kerja dan Saat ini perizinannya sedang dalam tahap proses.

Selanjutnya yakni industri pembangunan Amonium Nitrat berkapasitas produksi hingga 75.000 ton per tahun, nilai proyek ini hampir Rp 1 triliun, atau kurang lebih Rp 958 miliar diperkirakan akan beroperasi pada 2021.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini