Beranda News Polisi Ultimatum Para Pelaku Persekusi Pemandu Karaoke untuk Menyerahkan Diri

Polisi Ultimatum Para Pelaku Persekusi Pemandu Karaoke untuk Menyerahkan Diri

0
Polisi Ultimatum Pelaku Persekusi
Tangkapan layar - Dua pemandu karaoke kafe di arak ke laut dan di telanjangi / ist

Kasus persekusi dua perempuan pemandu lagu karaoke kafe di Kabupaten Pesisir Selatan, telah menjadi atensi Polda Sumatera Barat. Polisi meminta para pelaku persekusi segera menyerahkan diri.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan mengatakan, penyelidikan terus dilakukan dan kasus tersebut telah diambil alih dari Polsek Lengayang ke Polres Pesisir Selatan.

Artikel terkait: Polisi Selidiki Kasus 2 Wanita Pemandu Karaoke Diceburkan ke Laut dan Ditelanjangi 

“Kepada para pelaku agar segera menyerahkan diri. Kalau tidak kami cari (sampai dapat),” katany, Kamis (13/4/). Di lansir inewsumbar.

Selain itu, pihak kepolisian telah mengantongi CCTV hingga rekaman video saat kejadian.

“Sampai sekarang belum ada yang kami amankan (pelaku). Yang pasti kami melakukan penyelidikan dulu, kemudian nantinya hasil penyelidikan itu akan mengarahkan ke pelaku-pelaku,” kata dia.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumbar Kombes Pol. Andry Kurniawan mengakui ia telah memerintahkan kepala satuan wilayah (Kasatwil) agar menangani kasus ini dengan cepat.

“Kami sudah arahkan Kasatwil dalam hal ini Kasat Reskrim Polres Pesisir Selatan untuk menangani hal tersebut. Merespon cepat,” ujar dia.

Dia mengungkapkan peristiwa persekusi itu terjadi pada Sabtu (8/4/2023) malam. Petugas akan menindak tegas apabila terdapat unsur kekerasan seksual yang dialami korban.

“Sudah saya perintahkan untuk melakukan penyelidikan. Perspektif hukum, apabila memenuhi kekerasan seksual akan kami tangani,” tegasnya.

Sementara itu mengutip viva, Bupati Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Rusma Yul Anwar, mengutuk keras aksi persekusi terhadap 2 wanita pemandu karaoke dengan cara menyeret, menelanjangi dan menceburkannya ke laut di kawasan pantai Pasia Putih, Kecamatan Lengayang pada Sabtu malam lalu.

Menurutnya, tindakan persekusi tersebut sungguh tidak wajar dan tidak manusiawi. Dia mengatakan, warga seharusnya paham jika masih ada aparat hukum yang bisa memproses kasus tersebut apabila kedua wanita itu memang melakukan pelanggaran hukum.

Sebelumnya viral video di unggah di media sosial, dalam video sekelompok pria menyeret dua wanita ke pinggir pantai viral di jagad maya Sumatera Barat.

Terlihat para pemuda itu melakukan aksi persekusi terhadap dua wanita dan menyeret mereka hingga tersungkur ke laut. Meski dua wanita itu sudah meronta-ronta memohon tetap tidak digubris pelaku.

Selain diarak secara tidak manusiawi, dua wanita itu diceburkan ke laut dan ditelanjangi para pria. Mereka dilecehkan dan mengalami kekerasan seksual.

Berikutnya: 14 April: Fakta & Peristiwa Sejarah Pada Hari Ini

(kaje/red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini