Beranda Hukum Polisi Ungkap Suami Bunuh Istri dengan Skenario Tersedak Bakso, Begini Kronologinya

Polisi Ungkap Suami Bunuh Istri dengan Skenario Tersedak Bakso, Begini Kronologinya

Pelaku mengaku nekat melakukan aksinya karena kerap terlibat cekcok dengan korban.

0
Suami Bunuh Istri Skenario Tersedak Bakso
Press rilis Kapolres Metro Bekasi, Kombes. Pol. Twedi Aditya Bennyahdi / tribratanews

Seorang Pria berinisial RD (25) tega membunuh istrinya, NAS (27) dengan modus seolah tersedak bakso di Desa Kertasari, Bekasi. Hal tersebut terbongkar dari kecurigaan polisi.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Gogo Galesung, menjelaskan bahwa biji bakso yang disebut suami sebagai penyebab kematian masih berada di mulut korban ketika polisi melakukan olah TKP. Polisi pun mencurigai alibi suami soal korban tewas tersedak bakso.

“Bakso ada di mulut korban,” jelas Kasat Reskrim, melansir tribratanews, Selasa (9/5/23).

Baca juga: Pemasok Senjata ke Pelaku Penembakan di Kantor MUI Diringkus 

Polisi mencurigai alibi sang suami, mengingat bakso tidak ada di tenggorokan, melainkan masih di mulut korban. Sedangkan bakso yang ada di mulut korban masih utuh.

“Kita curiga karena baksonya nggak hancur, baksonya di mulut, bukan di tenggorokan,” jelasnya lebih lanjut.

Polisi telah menetapkan RD sebagai tersangka di kasus tersebut.

RD tega membunuh istri dengan dalih kesal karena kerap dicaci maki.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes. Pol. Twedi Aditya Bennyahdi, menambahkan, pelaku sering cekcok mulut dengan korban.

“Untuk motifnya, karena seringnya pelaku cekcok mulut dengan korban, dan menurut pelaku korban sering memaki pelaku dengan kata-kata kasar sehingga emosi sesaat pelaku, sehingga pelaku mencekik dan membekap muka korban dengan bantal dengan maksud korban meninggal,” jelas Kapolres Metro Bekasi, Kombes. Pol. Twedi Aditya Bennyahdi, Selasa (9/5/23).

Pelaku menuding korban sering berutang kepada orang lain. Pelaku merasa kesal karena korban tidak pernah izin.

“Menurut pengakuan pelaku, korban sering meminjam uang kepada orang lain tanpa seizin pelaku sehingga pelaku kesal terhadap korban,” jelas Kapolres.

Kronologi kejadian

Melansir cnnindonesia, terangnya Kapolres Metro Bekasi, peristiwa ini bermula pada Jumat (5/5) lalu, saat itu korban marah kepada pelaku karena masih tertidur pada pukul 06.00 WIB.

Lalu, pada 07.30 WIB, keduanya terlibat pertengkaran. Korban saat itu hendak pergi dari rumah sambil membawa anaknya dan sudah bersiap-siap dengan menghidupkan mesin sepeda motor.

Kemudian pelaku bangun dan mengambil kunci sepeda motor dan pada saat itu pelaku dan korban berantem cekcok mulut di mana korban berbicara kasar kepada pelaku.

Pelaku mengajak korban ke kamar

Pelaku kemudian mengajak korban masuk ke dalam kamar untuk berbicara secara baik-baik. Saat di dalam kamar, keduanya masih terlibat perdebatan.

Pelaku akhirnya kesal dan emosi hingga akhirnya memegang leher korban sambil mendorongnya hingga terjatuh di atas kasur.

Pelaku lantas mengambil bantal dengan tangan kiri dan membekap korban selama kurang lebih 10 menit. Sementara tangan kanan pelaku mencekik korban.

Setelahnya, tubuh korban tak lagi bergerak. Pelaku kemudian mengecek detak jantung korban dengan menempelkan telinganya di dada korban.

Mengetahui sudah tidak ada detak jantung, kemudian pelaku panik dan mengingat anaknya karena takut masuk penjara dan anaknya tidak ada yang mengurusi, pelaku berpikiran membuat kronologis seakan-akan korban meninggal karena tersedak makan bakso.

Membeli bakso

Pada pukul 08.30 WIB, pelaku dan anaknya pergi membeli bakso. Setiba di rumahnya, pelaku mengambil mangkok, sendok, gelas, serta air minum.

Pelaku lantas menuangkan bakso yang dibelinya ke dalam mangkok. Kemudian, pelaku masuk ke dalam kamar, tempat di mana jasad korban berada.

Kemudian pelaku memasukkan satu biji bakso ke dalam mulut korban seolah-olah kesedak dan sisanya pelaku mengacak di tempat tidur.

Setelah melakukan aksinya, pelaku mengingat bahwa hari itu merupakan tanggal gajian korban. Pelaku pun berinisiatif untuk mengambil uang dari ATM korban, di mana seakan-akan dirinya disuruh untuk ambil uang dan korban sedang makan bakso.

Singkat cerita, usai mengambil uang, pelaku kembali pulang ke rumahnya. Kemudian, pelaku berteriak-teriak meminta pertolongan. Mendengar teriakan itu, ayah pelaku pun datang.

“Dan pelaku seolah olah mengecek mulut korban dan ditemukan bakso dan pelaku berkata kepada ayahnya ‘Leha kesedak bakso pak’, kemudian ayah pelaku memanggil tetangga rumah dan datang kemudian saksi mengambil kursi roda dari Puskesmas kemudian korban dibawa ke Puskesmas,” ungkap Twedi.

Di Puskesmas, korban sempat diberikan oksigen dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit. Namun, setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia.

Namun, pihak keluarga merasa janggal dengan kematian korban sehingga meminta dilakukan visum dan autopsi. Hasilnya, ditemukan ada luka bekas cekikan di leher korban dan bukan meninggalkan karena tersedak bakso.

“Kemudian pelaku diperiksa dan mengaku benar telah mencekik dan membekap korban dengan bantal sehingga meninggal dunia bukan karena kesedak makan bakso,” kata Twedi.

Diungkapkan Twedi, dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku nekat melakukan aksinya karena kerap terlibat cekcok dengan korban. Selain itu, pelaku juga menyebut korban kerap memaki-maki dirinya dengan kata-kata kasar.

“Dan juga korban sering meminjam uang kepada orang lain tanpa seizin pelaku sehingga pelaku kesal terhadap korban,” ujarnya.

Saat ini, pelaku berinisial RDS itu telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Ia dijerat Pasal 44 ayat 3 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan atau Pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana penjara 15 tahun.

Baca juga: Teddy Minahasa Divonis Hukuman Penjara Seumur Hidup 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini