Beranda Daerah DPRD Bontang Raking Soroti Soal Instruksi Pemkot Wajibkan OPD Sumbangan Telur Untuk Pengentasan Stunting

Raking Soroti Soal Instruksi Pemkot Wajibkan OPD Sumbangan Telur Untuk Pengentasan Stunting

0
Pemkot Bontang Wajibkan OPD Sumbang Telur Stunting
Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang Raking

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang menyoroti soal instruksi Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang yang mewajibkan setiap organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menyumbang telur dalam rangka pengentasan angka stunting.

Menurut Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang Raking mengatakan, kebijakan tersebut dinilai kurang tepat. Maka dirinya lebih menyarankan agar ada anggaran tersendiri untuk program tersebut.

Baca juga: Marak PKL Berjualan di Tugu Selamat Datang Membuat Kesan Kumuh, Dewan Minta Ditata Ulang

“Bisa itu dianggarkan APBD-Perubahan, lebih bagus,” ujarnya, saat ditemui di ruangannya di Sekretariat DPRD Bontang, Selasa (8/8/2023).

Apalagi dalam waktu dekat ini akan dilakukan rapat pembahasan anggaran perubahan. Maka sangat tepat jika program tersebut dimasukkan dalam perencanaan anggaran.

“Saya yakin pemerintah mendorong ide tersebut agar masuk di anggaran perubahan. Agar tahun depan bisa menekan angka stunting,” timpalnya.

Meski begitu, jikalau pun Pemkot Bontang tetap menekankan agar ide sumbangan telur tersebut menggunakan uang pribadi dari ASN di setiap dinas-dinas, sebaiknya di rapatkan terlebih dahulu bersama seluruh OPD.

“Wali Kota yang punya OPD. Kalau wali kota menekankan untuk menyumbang telur, atau pun susu, daging, atau buah ya monggo. Cuman sebaiknya di rapatkan dulu jangan sampe justru memberatkan pihak lain,” terangnya.

Sekedar informasi, Wawali Bontang Najirah beberapa waktu lalu membeberkan skema penyaluran program sumbang telur. Setiap OPD diwajibkan menyumbang dua piring telur, nantinya telur tersebut dibagikan langsung kepada anak yang telah didata.

Telur yang disumbang tiap OPD akan langsung disantap oleh anak-anak yang telah didata, dalam program gerakan makan telur tiap sekali sebulan.

Sasaran pertama dari program ini adalah fokus pada kelurahan di Kecamatan Bontang Selatan. Yakni Kelurahan Tanjung Laut dan Kelurahan Tanjung Laut Indah. Sebab, dua wilayah tersebut memiliki risiko balita atau anak gizi kurang.

(adv/kaje/red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini