Beranda News Rossa Penuhi Panggilan Bareskrim Polri, Kasus Robot Trading DNA Pro

Rossa Penuhi Panggilan Bareskrim Polri, Kasus Robot Trading DNA Pro

Untuk Dimintai Keterangan oleh Penyidik Terkait Kasus Robot Trading DNA Pro

0
Kasus Robot Trading DNA Pro
Tangkapan layar saat Sri Rossa Roslaina atau yang dikenal penyanyi Rossa memasuki gedung Bareskrim Polri (ist)

Sri Rossa Roslaina atau yang dikenal penyanyi Rossa, memenuhi panggilan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri.

Ia datang untuk dimintai keterangan oleh penyidik terkait kasus robot trading DNA Pro.

Ia tiba di Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri sekira pukul 19.10 WIB.

Beredar video saat Rossa di Gedung Bareskrim Polri, ia nampak santai dan didampingi seorang pria.

Melansir kabarbanten, Rossa mengaku tak menyiapkan banyak hal untuk menjalani pemeriksaan tersebut.

Rossa mengatakan hanya mempersiapkan mental saja menghadapi penyidik. Rossa dipanggil sebagai saksi untuk mmberikan keterangan.

“Persiapannya ya cuma persiapan mental aja,” ujar Rossa.

Ia juga mengatakan, dirinya tak membawa barang bukti terkait pemeriksaan mengenai DNA Pro tersebut.

Keterlibatannya dengan DNA Pro, jelas dia, murni sebatas profesional sebagai penyanyi yang mengisi event. “Enggak bawa bukti,” jelasnya.

Sebelumnya, desainer sekaligus artis Ivan Gunawan rampung menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri terkait kasus DNA Pro.

Tak hanya Rossa, sebelumnya pasangan selebriti Rizky Billar dan istrinya Lesty Kejora juga telah memenuhi panggilan pemeriksaan terkait kasus investasi robot trading DNA Pro di Bareskrim Polri.

Juga terdapat sejumlah publik figur lainnya yang juga dipanggil untuk pemeriksaan, di antaranya Billy Syahputra.

Namun untuk pemeriksaan Billy Syahputra, mengalami penundaan menjadi Kamis, 28 April 2022.

Dalam kasus ini, sebanyak 12 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Masing-masing tersangka berinisial, AB, ZII, JG, ST, FR, FE, AS, DV, RK, RS, RU, dan YS.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 106 Jo Pasal 24 dan atau Pasal 105 Jo Pasal 9 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan dan/atau Pasal 3, Pasal 5 Jo Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pemberantasan dan Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang.(***)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini