Bontang-PN: Kota Bontang adalah sebuah kota di provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Kota ini terletak sekitar 120 kilometer dari Kota Samarinda, berbatasan langsung dengan Kabupaten Kutai Timur di utara dan barat, Kabupaten Kutai Kartanegara di selatan dan Selat Makassar di timur.

 

Kota Bontang dikenal dengan Kota Industri yang diapit oleh 2 Perusahaan Besar yakni PT Pupuk Kaltim dan PT Badak LNG. Kota ini terdiri dari 3 kecamatan dan 15 kelurahan, dengan beberapa Keindahan laut dan kampung pesisir yang dimiliki.

 

keindahan laut dan kampung pesisir ini memiliki beberapa objek wisata pesisir yang wajib di jelajahi jika berkunjung ke Bontang, Meskipun belum dikembangkan maksimal. Namun, ada kawasan yang warganya mulai berbenah demi menarik wisatawan.

 

Selain Bontang Kuala ada Selambai yang terletak di Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara. Kampung Selambai saat ini menjadi salah satu kawasan pesisir dengan perkembangan yang terbilang pesat.

 

Baik dari segi ekonominya, maupun dengan populasi penduduknya yang hampir mencapai tiga ribuan jiwa, yang umumnya berprofesi sebagai nelayan. Dengan Suku yang mendiami kampung pesisir ini cukup beragam, tetapi lebih didominasi oleh suku Bugis yang berasal dari Sulawesi selatan.

 

Uniknya Kampung selambai ini terdiri dari ribuan rumah, terbangun di atas permukaan laut dengan kayu-kayu penyangga yang kokoh meskipun usianya sudah mencapai puluhan tahun. Menelusurinya akan terasa sangatlah unik, memasukinya hanya bisa menggunakan kendaraan roda 2.

 

Tampak perumahan berdempetan dengan jalanan sempit dan hiruk pikuk kepadatan warganya, yang berprofesi sebagai nelayan. tak heran jika banyak kapal nelayan yang bersandar disisi jalan menambatkan kapalnya usai dari melaut.

 

Olehnya selambai pun kini perlahan – lahan bertransformasi menjadi kawasan pariwisata yang melekat sebagai kawasan pesisir perkampungan atas laut. Melalui perjuangan Pemerintah Kota bersama DPRD Bontang, Selambai pun direncanakan akan di tata dan dipercantik melalui program Kota Tanpa Kumuh (kotaku).

 

Diketahui Proyek tata lingkungan dan estetika Kampung Selambai ini sudah memasuki tahapan lelang di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dengan nilai proyek kegiatan keseluruhan sebesar Rp 54 miliar yang berasal dari pembiayaan murni APBN melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

 

Adapun infrastruktur yang menjadi prioritas dalam Proyek tata lingkungan dan estetika Kampung Selambai ini, nantinya menyasar pada sejumlah perbaikan yakni pembangunan jalan beton sepanjang 400 meter dilengkapi dengan pagar pembatas. selanjutnya juga akan dibangun land mark berupa Burung Bangau Kuntul Perak khas Kota Bontang yang letaknya berada diPujasera. serta pembangunan Pengelohan Air Limbah (IPAL) dan septic tank komunal agar warga tidak lagi buang hajat ke laut.

 

Ditambah rencana akan dibangunnya sebuah Masjid terapung, tentu saja nantinya akan menambah kesan selambai sebagai kampung wisata pesisir pertama di Kota Bontang.

 

Untuk diketahui usulan perombakan Kampung Selambai dilakukan sudah sejak dua tahun lalu. Beruntung, tahun ini daerah kelurahan Loktuan yakni Selambai masuk dalam skala prioritas pembangunan  Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

 

Semua keberhasilan pembangunan ini tentu tidak lepas dari peran Walikota dan Wakil Walikota Bontang Neni Moerniaeni dan Wawali Basri Rase, bersama Anggota DPRD Bontang dalam hal ini Wakil Ketua DPRD Bontang Faisal yang terus getol dalam memperjuangkan Kampung Selambai, agar bisa menyulap kampung Selambai menjadi Kampung wisata modern pertama di Kota Bontang.

 

Olehnya seluruh Masyarakat Bontang pun berharap, Proyek tata lingkungan dan estetika Kampung Selambai ini bisa segera terlaksana, agar bisa menjadi ikon pariwisata diKota Bontang, dan dikenal di seluruh Indonesia terlebih diManca Negara.

 

Masyarakat Bontang patut bersyukur, sebab selain kepemerintahannya yang terbilang pesat dalam hal pembangunan. Masyarakatnya pun heterogen dan Homogen dengan Agama, jenis makanan, dan kebudayaan yang cenderung mengikuti gaya hidup dengan watak budaya yang sama hingga membuat Masyarakat Kota Bontang bisa hidup berdampingan dan rukun. *(Ars).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here