Beranda Hukum Status AG Kekasih Mario Dinaikkan dari Saksi ke Tersangka, Ini Penjelasan Polisi...

Status AG Kekasih Mario Dinaikkan dari Saksi ke Tersangka, Ini Penjelasan Polisi hingga KPAI Buka Suara

0
AG Kekasih Mario jadi Tersangka

Setelah Shane kawan Mario Dandy Satriya ditahan, terkini AG kekasih Mario ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap Cristalino David Ozora oleh Polres Jakarta Selatan.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi menyebut AG kekasih Mario statusnya jadi tersangka, AG yang masih di bawah umur sehingga istilah yang digunakan bukan anak yang berhadapan dengan hukum melainkkan anak yang berkonflik dengan hukum.

“Ada perubahan status AG yang awalnya anak berhadapan dengan hukum berubah menjadi anak yang berkonflik dengan hukum atau dengan kata lain berubah menjadi pelaku karena anak di bawah umur tidak boleh menggunakan kata tersangka,” ujar Kombes Hengki Haryadi dalam konferensi pers, Kamis 2 Februari 2023.

Disebutkan pula bahwa dalam kasus itu telah diperiksa 10 saksi. Kombes Hengki Haryadi juga menyebut pada awalnya dua tersangka tak memberi keterangan yang sebenarnya. Namun hal itu berubah setelah petugas menunjukkan bukti-bukti.

“Setelah kami sesuaikan dengan CCTV, dengan alat bukti lain, dengan chat WA, semua peranan (diketahui) karenanya kami sampaikan ada peningkatan status AG dari anak yang berhadapan dengan hukum menjadi anak yang berkonflik dengan hukum.” urainya.

Agnes adalah tersangka ketiga yang ditetapkan polisi dalam kasus ini. Sebelumnya, polisi telah menetapkan Mario dandy, anak petinggi Ditjen Pajak Rafael Alun Trisambodo, sebagai tersangka penganiayaan anak di bawah umur.

Tersangka kedua adalah Shane Lukas Rotua yang mengambil video penganiayaan yang menimpa David Ozora di perumahan di Pesanggarahan, Jakarta Selatan, pada 20 Februari 2023.

Paniayaan brutal itu membuat David Ozora (17) koma berhari-hari. Anak pengurus PB Ansor itu kini masih dirawat di RS Mayapada, Jakarta Selatan, dan telah melewati masa koma.

Sementara itu, Ketua KPAI Ai Maryati Solihah mengatakan, anak berkonflik hukum punya hak, salah satunya penahanan yang jadi opsi paling terakhir.

“Dalam hal ini kami akan memastikan, apakah jaminan dari orang tua dan kuasa hukum untuk menjamin tindakan-tindakannya menghilangkan alat bukti, kemudian tidak kooperatif dan sebagainya,” kata Ai di Polda Metro Jaya, Jumat (3/3/2023).

1. Akses AG pada pendidikan

Satu hal yang juga jadi perhatian adalah soal hak AG dalam mengakses pendidikan. Karena itu, KPAI juga akan memantau agar tidak terganggunya kesinambungan antara proses pendidikan, dan proses hukum yang sudah ditetapkan Polda Metro Jaya.

“Ya kalau spesifik pendidikan kita tetap memastikan haknya kalau skema kalau proses hukum harus tetap diikuti ya, tidak boleh mencabut, apakah nanti lakan dikembalikan kepada orang tua ini dalam kondisi sekolahnya dibuat PJJ misalnya dan sebagainya,” ujar Ai.

2. Ada opsi masukkan AG ke LPKS

Ai mengatakan AG yang sudah menjalani tiga kali pemeriksaan terbilang kooperatif. Selain dikembalikan kepada orang tua, ada opsi menitipkan AG di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) atau Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS).

“Sebagai rujukan akhir sebagai rujukan perempuan dan anak tentunya skema ini bisa melihat bagaimana proses dikepolisian. Pesan kami sampai itu, pesan kami bukan harus ditahan atau jadi tahaman Polda Metro seperti tadi tersangka lain,” katanya.

Sumber: berbagai sumber

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini