Beranda Rubrik Tahukan Anda Siapa yang Tinggal di Gurun Sahara? Simak Disini

Tahukan Anda Siapa yang Tinggal di Gurun Sahara? Simak Disini

Meskipun iklimnya keras, Gurun Sahara adalah rumah bagi lebih dari 100 reptil, 70 mamalia, dan 90 burung.

0
Siapa yang Tinggal di Gurun Sahara
Gurun sahara / Pexels

Gurun Sahara terbentang sekitar 3.320.000 mil persegi (8.600.000 kilometer persegi) di seluruh Afrika Utara, menjadikannya gurun panas terbesar di dunia.

Wilayah ini mencakup sebagian Libya, Niger, Sudan, Aljazair, Mali, Maroko, Chad, Mesir, Mauritania, dan Tunisia.

Pada siang hari, suhu di Gurun Sahara naik ke tingkat yang tak tertahankan dan kembali turun saat malam tiba. Bentang alamnya yang kering menampilkan bukit pasir yang mengesankan, lautan pasir, dataran tinggi berbatu, dan oasis yang subur.

Meskipun kondisi kehidupannya sangat keras, gurun Sahara bukanlah gurun yang tak bernyawa. Baca terus untuk mengetahui tentang manusia, tumbuhan, dan hewan yang telah beradaptasi dengan lingkungan ini dan menyebutnya sebagai rumah.

Apakah Sahara selalu berupa Gurun?

Para ilmuwan percaya bahwa wilayah yang kita kenal sebagai gurun Sahara ditutupi oleh Laut Tethys yang luas jutaan tahun yang lalu. Laut yang menyusut melahirkan gurun ini dan meninggalkan Laut Hitam, Laut Mediterania, dan Laut Kaspia.

Siapa yang Tinggal di Gurun Sahara
Gurun sahara / Pexels

Menurut para ahli, hilangnya perairan dalam jumlah besar ini menyebabkan berkurangnya curah hujan secara bertahap di wilayah ini, sehingga berkontribusi terhadap penggurunan. Namun, 6.000 tahun yang lalu, gurun Sahara tidaklah gersang, karena masih menerima curah hujan yang cukup untuk mendukung tumbuh-tumbuhan.

Fosil yang ditemukan di gurun Sahara menceritakan kisah tentang sebuah negeri yang pernah dipenuhi makhluk menakjubkan, termasuk fosil dinosaurus Mansourasaurus shahinae sepanjang 33 kaki (10 meter) , yang diyakini berusia 80 juta tahun.

Para peneliti juga telah mengidentifikasi sisa-sisa hewan laut di kawasan ini, termasuk ikan lele dan nila, sehingga memberikan gambaran sekilas tentang seperti apa kawasan ini.

Siapakah orang-orang yang tinggal di Gurun Sahara?

Gurun Sahara adalah rumah bagi sekitar 2,5 juta orang, biasanya tersebar di beberapa wilayah yang dapat mendukung kehidupan tumbuhan dan hewan. Ini adalah populasi yang kecil untuk lahan yang begitu luas.

Sebagai gambaran, lihatlah Amerika Serikat, yang memiliki ukuran serupa namun memiliki populasi yang jauh lebih besar yaitu lebih dari 300 juta orang.

Banyak suku yang tinggal di gurun Sahara mempraktikkan gaya hidup nomaden yang melibatkan perjalanan dari satu tempat ke tempat lain. Suku Tuareg mungkin adalah salah satu suku nomaden paling terkenal di wilayah ini, namun mereka bukan satu-satunya. Suku lainnya termasuk Toubou dan Moor.

Gurun pasir tertutup pasir dan debu sejauh mata memandang. Kadang-kadang, Anda akan menemukan sebuah oasis, sebidang tanah dengan tumbuh-tumbuhan dan hewan yang tumbuh subur yang berfungsi sebagai tempat peristirahatan berharga bagi para pelancong dan rumah bagi suku-suku yang menetap.

Masyarakat di wilayah ini biasanya menanam pohon palem yang kuat di sekelilingnya untuk melindungi sumber air dan tanaman mereka yang berharga dari angin gurun dan pasir yang keras. Gurun Sahara memiliki sekitar 90 oasis penting yang diairi oleh sumber daya bawah air yang sangat besar.

Bagaimana cara manusia bertahan hidup di Gurun Sahara?

Suhu di gurun Sahara bisa mencapai tingkat yang sangat tinggi di siang hari, seringkali melebihi 120°F (49°C). Namun, pada malam hari, gurun dapat mengalami penurunan suhu yang signifikan, terkadang turun hingga di bawah titik beku pada bulan-bulan musim dingin di bulan Januari atau Februari .

Fluktuasi suhu ekstrem di Gurun Sahara dapat menjadikannya lingkungan yang menantang bagi tempat tinggal dan kelangsungan hidup manusia.

Orang-orang di gurun Sahara mengenakan pakaian longgar untuk menghadapi panas. Hal ini mencegah penguapan keringat yang cepat untuk mengurangi kehilangan air. Mereka juga mengenakan cadar dan penutup kepala yang membantu melindungi wajah mereka dari angin gurun yang berdebu.

Temperatur yang keras dan angin bukanlah satu-satunya alasan mengapa gurun Sahara bukanlah tempat yang paling mudah untuk ditinggali. Wilayah ini jarang mendapat curah hujan, rata-rata 3 sampai 5 inci (7,6 sampai 12,7 sentimeter) setiap tahunnya.

Akibatnya sebagian besar wilayah tidak dapat mendukung vegetasi sehingga tidak dapat dihuni. Inilah sebabnya mengapa banyak komunitas berlokasi di sekitar oasis, dan suku-suku nomaden bermigrasi setiap musim dari satu daerah ke daerah lain.

Hewan dan tumbuhan apa saja yang bisa kamu temukan di Gurun Sahara?

Meski sulit hidup di gurun Sahara, berbagai tumbuhan dan hewan telah beradaptasi dengan kondisi tersebut. Tanaman yang ditemukan di sini mampu bertahan dalam cuaca panas dan kekeringan.

Beberapa juga mempunyai kemampuan tambahan untuk mentoleransi lingkungan yang sangat asin (halofit). Tumbuhan ini dapat ditemukan di sekitar cekungan garam Gurun Sahara.

Salah satu tanaman paling menonjol di gurun Sahara adalah kurma, yang tumbuh setinggi 69 hingga 75 kaki (21 hingga 23 meter). Kurma dengan rasa karamel yang dihasilkan pohon-pohon ini merupakan bagian penting dari pola makan komunitas ini.

Tumbuhan umum lainnya di gurun Sahara termasuk pohon zaitun Laperrine, cemara Sahara, palem doum, tamariska, labu gurun, dan akasia.

Kebanyakan orang mengasosiasikan unta dengan gurun Sahara, dan mereka benar. Namun gurun Sahara memiliki spesies hewan yang lebih beragam dari yang Anda bayangkan, termasuk lebih dari 100 reptil, 70 mamalia, dan 90 burung.

Beberapa hewan menarik di kawasan ini adalah kalajengking penguntit maut, buaya gurun, burung paruh perak Afrika, hyrax, dan anjing liar Afrika. Sayangnya, beberapa populasi hewan dan tumbuhan gurun menghadapi kepunahan.

Gurun Sahara tidak selalu gersang. Kawasan ini dulunya berada di bawah lautan luas dan menjadi tempat tumbuh suburnya flora dan fauna. Meskipun kondisi kehidupannya sulit, jutaan orang menganggap gurun Sahara sebagai rumah mereka.

Mereka telah menyesuaikan pakaian dan gaya hidup mereka agar sesuai dengan lingkungan unik ini. Tumbuhan dan hewan di kawasan ini juga telah berubah agar mereka dapat bertahan hidup. Baca juga 5+ Planet Mirip Bumi, Adakah Kehidupan di Sana?

red/ kaje (fact site)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini