Beranda Rubrik Amonia di Bontang Dibawah Baku Mutu

Amonia di Bontang Dibawah Baku Mutu

0

Bontang-PN: Bau amonia sudah menjadi makanan sehari-hari bagi warga bufferzone perusahaan Pupuk Kaltim, yakni Loktuan dan Guntung. Namun ternyata, hasil pengecekan baku mutu udara, amonia di Bontang masih dibawah ambang batas.

Kasi Pengendalian Pencemaran Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang Hikmatun Meida menyebut pihaknya baru melakukan pengecekan 7 Januari 2019 lalu. Saat itu, ada laporan dari warga terkait bau amonia yang menyengat. Pihaknya langsung turun mengecek hasilnya dibawah baku mutu yakni 0,9, 0,8, dan 0,1 ppm.

“Dalam 2 minggu ini tidak dapat laporan, kalau ada laporan langsung dicek,” ujarnya dalam RDP bersama Komisi III dan pihak dari Pupuk Kaltim di DPRD Bontang, Selasa (19/2) lalu.

Dijelaskan dia, ambience udara dilakukan 4 kali dalam setahun. Pengambilan sampel pun di 4 lokasi yakni Pelabuhan Loktuan, Pasar Citra Mas, SMP Imanuel Loktuan, dan Masjid Al-Hikmah.

“Kami rutin melakukan pengecekan 3 bulan sekali,” kata dia.

Superintendent Hubungan Eksternal Humas Pupuk Kaltim Ramli mengatakan pabrik Pupuk Kaltim berjalan normal dan bau amonia bukan dari aktivitas Pupuk Kaltim. Saat ini, Pupuk Kaltim sedang dalam masa Turn Around (TA), perbaikan, dan pembersihan (storage). “Baku mutu yang boleh dihirup tidak lebih dari 2 ppm per 24 jam, dan ini masih layak dihirup oleh masyarakat terkhusus mereka yang tinggal di wilayah buffer zone,” ungkapnya.

Kata dia, jangan hanya Pupuk Kaltim yang disebut sebagai pencemaran lingkungan. Sebab, masih ada beberapa perusahaan yang menggunakan amonia. “Kami konsen terhadap lingkungan, alangkah baiknya yang lain dilibatkan juga supaya peduli lingkungan,” kata Ramli.

Ketua Komisi III DPRD Bontang Rustam mengatakan harus ada naskah akademik sebagai acuan ambang batas baku mutu udara. Penanggulangan bencana pabrik juga harus ada Perdanya.

“Kalau ada bencana mau kemana kita berlari? Makanya ini harus dibahas di 2020 mendatang,” tutupnya.

Sumber: Baritana.net
Artikulli paraprakSelambai, Kota Wisata Atas Laut Harapan Masyarakat Kota Bontang
Artikulli tjetërRibuan Jemaah Hadiri Tablig Akbar UAS di Kota Bontang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini