Beranda Nasional Bahaya bagi Kesehatan, Kemenkes Himbau Masyarakat Kurangi Konsumsi Pemanis Buatan, Ini Dampaknya

Bahaya bagi Kesehatan, Kemenkes Himbau Masyarakat Kurangi Konsumsi Pemanis Buatan, Ini Dampaknya

0
bahaya pemanis buatan aspartam
Ilustrasi pemanis buatan / pexels

Aspartam atau Pemanis buatan seringkali digunakan sebagai pengganti gula asli yang bertujuan untuk memberikan rasa manis pada berbagai produk makanan atau minuman yang dijual bebas di pasaran. Aspartam adalah salah satu jenis pemanis buatan yang umum digunakan dalam produk makanan atau minuman manis tersebut.

Berikutnya: Jangan Diabaikan, Ini Bahaya Aspartam bagi Kesehatan jika Dikonsumsi Berlebihan

Terlepas dari kepopulerannya, penggunaan aspartam ternyata menuai kontroversi lantaran dinilai berbahaya bagi kesehatan. Salah satu dampak negatif pemanis buatan ini adalah bisa menyebabkan berbagai gangguan medis jika dikonsumsi berlebihan.

Baca juga: 8 Tips untuk Menjaga Kesehatan Mental Mudah Diikuti

Oleh sebab itu, Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menggolongkan aspartame atau pemanis buatan sebagai bahan baku kimia pada makanan dan minuman yang perlu dibatasi konsumsinya agar tidak menimbulkan risiko kesehatan.

“Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients (2021), aspartam memiliki tingkat kemanisan sebesar 180–200 kali lebih manis daripada sukrosa. Karena itu, aspartame kerap digunakan sebagai gula diet untuk penderita diabetes,” ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, Maxi Rein Rondonuwu, seperti yang dilansir Antaranews, Sabtu (15/7/23).

Ia mengatakan aspartame adalah senyawa yang terbuat dari fenilalanin dan asam aspartat yang berfungsi menggantikan gula atau pemanis pada produk makanan dan minuman yang dijual bebas di pasaran.

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) telah membatasi konsumsi aspartame atau pemanis buatan pada makanan dan minuman maksimal 40 mg per kg bobot tubuh per hari guna mencegah risiko efek buruk pada kesehatan.

Adapun sejumlah gangguan kesehatan yang menjadi dampak negatif aspartame, antara lain meningkatkan berat badan jika dikonsumsi berlebihan.

“Kondisi itu berisiko mengganggu metabolisme di dalam tubuh yang memicu peningkatan berat badan hingga obesitas,” jelasnya.

Maxi Rein Rondonuwu mengatakan Aspartam juga memperburuk migrain, sebab dapat menghasilkan produk sampingan berupa glutamat saat diolah metabolisme tubuh manusia. Apabila kadar glutamat melebihi batas normal, kondisi tersebut berisiko menyebabkan sakit kepala serta memperburuk gejala migrain.

Konsumsi aspartam secara berlebihan juga dilaporkan dapat memicu gangguan perilaku, sebab kandungan asam aspartat dan fenilalanin yang akan diubah menjadi metanol, di mana senyawa-senyawa tersebut dapat memengaruhi fungsi kognitif, suasana hati, aktivitas motorik, pola tidur, serta nafsu makan seseorang.

“Maka dari itu, penderita fenilketonuria perlu menghindari konsumsi produk yang mengandung fenilalanin, seperti aspartam, karena berisiko menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya adalah kerusakan otak,” ujarnya.

Salah satu gangguan kesehatan yang menjadi dampak negatif dari aspartame adalah diabetes. Meski kerap digunakan sebagai pengganti gula untuk penderita diabetes, konsumsi aspartame secara berlebihan justru dapat meningkatkan kadar gula darah yang memicu terjadinya kerusakan pankreas.

“Akibatnya, produksi hormon insulin dalam tubuh menjadi terganggu, sehingga berisiko menyebabkan diabetes,” ujarnya.

Menurut Maxi, metanol yang dihasilkan melalui metabolisme aspartam juga berisiko meningkatkan kadar radikal bebas, sehingga turut memicu kerusakan sel-sel di dalam tubuh, termasuk sel pada sistem saraf, sehingga meningkatkan risiko penyakit degeneratif progresif, salah satunya adalah penyakit Alzheimer. (kaje/red/*

Baca juga: 8 Tips Menjaga Kesehatan Kulit Agar Tetap Terawat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini