Beranda Daerah Belum Diparipurnakan Sudah Pecah, Nasdem-Berkarya Cerai Lebih Awal

Belum Diparipurnakan Sudah Pecah, Nasdem-Berkarya Cerai Lebih Awal

0
Agus Haris, Anggota DPRD Bontang Partai Gerindra (kiri) Bahtiar Wakkang Anggota DPRD Bontang Partai Nasdem (kanan) - (Foto: dok.paragrafnews.com)

Bontang – Paragrafnews.com: Belum ada sepekan  DPD Nasdem Bontang mengumumkan koalisi fraksinya bersama DPC Partai Berkarya pada DPRD Bontang periode 2019-2024, keduanya sudah memutuskan untuk berpisah.

Perpisahan pun terjadi di detik-detik terakhir jelang Rapat Paripurna pembentukan fraksi pada Senin (19/8) Tadi.

Alhasil Nasdem bergabung dengan Fraksi Golkar, sementara Berkarya merapat pada Fraksi Gerindra.

Sekjen DPD Nasdem Bontang Bakhtiar Wakkang mengaku seperti mendapat serangan fajar. Pasalnya, selama dua hari ke belakang DPD Nasdem Bontang secara internal sudah melakukan rapat terkait gabungan koalisi.

Hal itu didasari oleh PO nomor 5/2019 Pasa 8 yang salah satu bunyinya menyebut koalisi partai harus disesuaikan dengan kesamaan visi misi, dan itu terdapat salah satunya pada Partai Berkarya.

Namun, karena instruksi pusat juga, mereka harus bercerai sebellum diparipurnakan.

“Konferensi pers sudah kami gelar Selasa lalu, dan pagi ini (Senin kemarin, Red) kami harus memutuskan,” kata BW sapaannya, Senin (19/8).

Tak dapat jabatan ketua dalam fraksi menjadi atensi utama DPP Nasdem. Dimana, anggota dewan dari Nasdem lebih banyak yakni dua orang, namun tidak ada yang menjadi ketua fraksi.

Hal itu salah satu perintah yang diatur dalam PO Partai Nasdem, sehingga sebagai kader, selama dua hari sudah dirapatkan secara internal.

Barulah, Ahad (18/8/2019) kemarin komunikasi dengan Partai Berkarya dan tidak menemui satu kesepakatan. “Hanya persoalan ketua,” ujarnya.

Karena persoalan ketua itu sesuai Pasal 9 ayat (2) dengan bunyi kepentingan partai yakni kesamaan garis perjuangan, menyesuaikan dengan dinamika politik lokal, dan atau berpeluang besar menjadi pimpinan fraksi.

“Sampai pukul 08.00 Wita tidak ada kesepakatan, akhirnya kembali ke partai masing-masing,” aku BW.

Kesepakatan sebelumnya, ternyata tak bisa di-clear-kan antar kedua belah pihak. “Ini buka persoalan Pilkada,” ungkapnya lagi.

Sementara itu, caleg terpilih dari partai Berkarya, Raking mengaku injuri time keputusan fraksi berubah. Ia sebagai kader partai hanya mengikuti saja.

“Kalau saya sebagai kader ikut saja, tergantung ketua partai,” ungkap Raking.

Terpisah, Ketua DPC Gerindra Bontang Agus Haris mengungkapkan bahwa Senin pagi pihaknya dikejutkan dengan adanya perubahan Partai Berkarya. Pukul 09.00 Wita saya ditelpon DPD Gerindra Kaltim dan ditelpon Ketua dan Sekretaris DPC Partai Berkarya Bontang.

“Saya merasa terkejut, karena yang saya pahami Berkarya berlabuh dengan salah satu parpol lain,sementara surat fraksi Gerindra arahan DPD Gerindra Kaltim sudah jadi. Akhirnya dengan dasar telpon itu saya minta surat tertulis,” Jelasnya.

Agus menyebut kalau memang ingin bergabung harus ada secara administrasi. Nantinya ia akan memproses dan dilaporkan ke provinsi. Pasalnya, ia menjaga hubungan antar partai.

“Kami tak ingin dianggap merebut Berkarya dari Nasdem, tadi pagi sudah ada suratnya dan saya terima silakan bergabung,” ujarnya.

Artikulli paraprakBasri: Silahkan Berikan Keritik Jika Kader PKB Terpilih Tidak Bisa Mengemban Amanah
Artikulli tjetërAstuti Anggota Legislatif Dari Partai PPP Ini Siap Perjuangkan Hak-Hak Kaum Perempuan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini