Beranda Daerah BKSDA Kaltim Tangkap Tiga Ekor Buaya di Badak LNG

BKSDA Kaltim Tangkap Tiga Ekor Buaya di Badak LNG

0
Ilustrasi Foto: shutterstock

Bontang – Paragrafnews.com: Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim Wilayah II Tenggarong berhasil mengevakuasi tiga ekor buaya di area PT Badak NGL. Satu ekor buaya di antara ketiganya merupakan predator yang sempat menyerang ibu-ibu pencari kangkung di kolam lapangan golf hole X area Badak LNG.

Dikatakan Rido Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Wilayah II Tenggarong sehari setelah peristiwa penyerangan buaya terhadap korban atas nama Sakiya mereka langsung tiba di TKP melihat kondisi. “Setelah berkoordinasi kami akan melakukan survey terlebih dahulu, kemudian melakukan penyelamatan buaya,”jelas  Rido di acara Penyegaran Jurnalistik Wartawan Bontang, di Training Centre Badak LNG, Senin (23/9/2019) Kemarin.

Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Wilayah II Tenggarong, Rido (Foto: paragrafnews.com)

Jadwal penyelamatan, lanjut Rido, dilakukan selama lima hari, mulai Sabtu, Minggu, Senin, Selasa, Rabu. Malam pertama fokus di area golf, awalnya ada gulma, yang cukup menyulitkan melakukan penyelamatan. Tetapi, ketika kolam TKP sudah bersih dari gulma kangkung dan eceng gondok, buaya pindah ke aliran golf yang ada di sampingnya dan terhubung dengan muara di Pantai Marina.

“Malam Minggu atau Sabtu (21/9/2019) malam kami selamatkan buaya tapi buaya ada di atas golf menyulitkan petugas yang menggunakan perahu, makanya diusir menuju arah muara, satu tim lain yang sudah menunggu dengan perahu langsung mengevakuasi buaya tersebut,” terangnya.

Buaya yang memangsa korban Sukiyah merupakan buaya muara yang terganas. Di wilayah Kaltim, buaya muara memang sering menimbulkan korban. Malam kedua, tepatnya Minggu malam atau malam Senin, tim kembali melakukan evakuasi terhadap dua ekor buaya yang berada di sekitar Pantai Marina.

Mengingat hasil survey, di sekitar area PT Badak masih terdapat lokasi yang dinila rawan. Sementara, kata Rido, dalam aturan Permenhut tersebut jika buaya mengancam konflik dengan manusia, maka bisa diselamatkan dengan cara dievakuasi.

“Lokasinya di sekitar Pantai Marina, dan disana tempat sekuriti jaga,” imbuhnya.

Survey yang dilakukan selama 3 hari, di Lapangan Golf Badak LNG, Rido menyatakan tidak menemukan buaya. Namun, pihaknya mendapati seekor buaya di gorong-gorong dekat cargo dok Pantai Marina. Di lokasi lain, lanjut Rido, belum ditemukan buaya.

Seekor buaya yang diketahui berada dalam gorong-gorong pun disepakati untuk diselamatkan. “Kami diberi kewenangan menyelamatkan buaya yang rawan konflik dengan manusia sesuai dengan Permenhut nomor 48/2008 tentang Penanggulangan Konflik Antara Manusia dan Satwa,” ungkapnya.

Adapun panjang buaya yang sempat menerkam korban Sukiya sepanjang 2,6 meter, lebar punggung 40 cm, dengan berat diperkirakan 70 gram berjenis kelamin jantan. Dua buaya yang diamankan lainnya sepanjang 3,05 meter dan 2,4 meter berjenis kelamin betina.

“Karena masuk hewan yang dilindungi, buaya tersebut akan kami bawa ke Samarinda dan menunggu arahan pimpinan untuk dibawa ke habitat yang lebih aman atau lembaga konservasi dan penangkaran dibawah BKSDA Kaltim,” terangnya.

Penangkapan, dilakukan dengan metode jaring dan harpoon. Karena dianggap paling baik dan tidak mengancam keselamatan buaya.

“Kami masih berada di Bontang, dan buaya tersebut kami ikat dibawah pohon di dekat Pantai Marina,” kata Rido.

Tim dari BKSDA yang terdiri dari 5 orang itu menyarakan Badak LNG memasang pintu palang air agar buaya tidak kembali masuk ke area Badak LNG.

Artikulli paraprakSegarkan Ilmu Jurnalistik, Badak LNG Berikan Pelatihan
Artikulli tjetërDPRD Bontang Umumkan dan Tetapkan Pimpinan DPRD Periode 2019-2024

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini