Beranda Daerah BNNK Bontang Gandeng PWI Gelar Workshop Tanggap Ancaman Narkoba

BNNK Bontang Gandeng PWI Gelar Workshop Tanggap Ancaman Narkoba

356
0
BNNK Bontang Gandeng PWI Gelar Workshop Tanggap Ancaman Narkoba (ist)

Bontang – Paragrafnews.com: Badan Nasional Narkotika (BNN) Kota Bontang, Kalimantan Timur gandeng insan pers yang tergabung di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bontang, gelar workshop penguatan kapasitas kepada insan media untuk mendukung Kota Tanggap ancaman Narkoba.

Kegiatan tersebut merupakan program pemberantasan penyalahgunaan dan perederan gelap narkotika dan prekursor narkotika (P4GN) yang berlangsung di Hotel Bintang Sintuk, Kamis (17/6/2021) pagi kemarin.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kasubag Umum BNNK Bontang, Michael Samosir, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Bontang, Bahtiar Mabe, Kepala Seksi Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya, Sofiansah, Kepala Puskesmas Bontang Selatan I, Dr. Indah Purnamasari, CEO Klik Kaltim, Udin Dohang dan puluhan insan pers yang tergabung di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bontang.

Dalam sambutannya, Kepala BNN Kota Bontang, Agustinus Widdy Harsono melalui kasubag umum Michael Samosir mengatakan, upaya untuk mewujudkan Indonesia sebagai wilayah yang bersih dari penyalahgunaan dan perederan gelap narkoba merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Namun hal tersebut bukan menjadi alasan kita untuk menyerah kepada kesulitan yang ada.

Terangnya, kita tidak menyerah karena kita memiliki semangat yang sama dalam mencapai tujuan yang utama, yaitu melindungi dan menyelamatkan masyarakat terutama generasi penerus bangsa dari kejahatan narkoba.

Salah satu upaya dalam mencapai tujuan adalah melalu program pemberantasan penyalahgunaan dan perederan gelap narkotika dan prekursor narkotika (P4GN) sebagaimana tertuang dalam instruksi presiden Nomor 02 tahun 2020.

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan kejahatan luar biasa (extraordianry crime), terorganisir, dan lintas negara yang mengancam dunia dan digunakan sebagai salah satu senjata proxy war, yaitu perang tanpa menggunakan kekuatan militer, tetapi melalui berbagai aspek berbangsa dan bernegara sehingga menimbulkan kerugian terutama dari segi Sumber Daya Manusia usia produktif.

Selain itu BNNK Bontang juga berharap, demi mewujudkan cita-cita Indonesia yang bebas dari ancaman bahaya narkoba, BNN tentu tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan dukungan dari segala pihak serta leading sector. Bahwa menjadi kewajiban kita bersama guna mencegah dan memberantas krjahatan norkoba dengan terjalinnya kerjasama antar leading sector, tidak menutup kemungkinan cita-cita Indonesia Bersinar (Bersih Dari Narkoba) dapat terwujud dan bukan hanya menjadi sekedar jargon.

Melalui kegiatan Workshop ini, BNN kota Bontang dan insan media diharapkan dapat mempersempit ruang gerak pelaku tindak kejahatan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba karena ternyata kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dikota Bontang tidak terpengaruh pandemi covid-19.

Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya masyarakat kota Bontang yang datang  melapor untuk rehabilitas dan masih pula banyak terdapat aktivitas penangkapan peredaran gelap narkoba dan titik-titik rawan.

Diakhir, kata Samosir apa yang di sampaikan itu sebagai bahan refleksi dalam menghadapi ancaman kejahatan narkoba khususnya untuk mewujudkan kota Bontang yang bersinar, Bersih dari Narkoba.

(kaje/reza)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here