Beranda Daerah DPRD Bontang Geram, Amir Tosina Minta Tutup Lahan pembuangan limbah di BSD

Geram, Amir Tosina Minta Tutup Lahan pembuangan limbah di BSD

0
Amir Tosina Minta Tutup Lahan pembuangan limbah di BSD
Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina

Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina meminta lahan warga yang dijadikan sebagai tempat pembuangan limbah di Bukit Sekatup Damai (BSD), Kelurahan Gunung Elai agar ditutup.

Baca juga: Masih Tahap Pembahasan, Rustam Harap Raperda Retribusi dan Pajak Daerah Bisa Tingkatkan PAD

Pasalnya menurut Amir, lahan milik warga bernama Hariadi tersebut sudah sejak lama digunakan untuk pembuangan limbah saluran rumah tangga oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang. Namun, hingga saat ini urung membebaskan lahan tersebut.

Hal ini pun membuatnya geram, sebab pemerintah hanya mengutarakan janjinya saja dan tidak segera menindaklanjuti untuk menyelesaikan masalah lahan tersebut.

“Tutup saja itu. Malu kita ini, bisa-bisanya pemerintah pakai lahan warga sudah sekian tahun lamanya tapi sampai sekarang belum juga dibebaskan. Harusnya kalau sudah pakai itu lahan, ya diselesaikan,” ujar Amir dengan nada kesal.

Adapun luas lahan tersebut diungkapkan Amir yakni 4.300 meter persegi. Ia pun mendesak pemerintah agar segera menyelesaikan soal lahan tersebut. Apalagi dari Dinas Lingkungan Hidup ( DLH) mengaku belum ada instruksi dari pemerintah daerah untuk menindaklanjuti lahan tersebut.

“Tadi saya tanya DLH ternyata nggak nyambung dan dia juga tidak tahu soal lahan itu. Berarti ini pemerintah cuman janji-janji saja. Kan Kasihan mereka (warga) mengadu terus. Katanya sudah datangi wali kota dan jawabannya sudah dianggarkan padahal belum ada sama sekali tindaklanjutnya,” bebernya.

Lebih jauh, Politikus Partai Gerindra ini juga mengatakan, pihaknya telah melakukan Sidak di lahan tersebut dan  memang terlihat lahan itu sudah dimanfaatkan atas permintaan pemerintah.

“Dan saya fikir itu sudah selesai karena sudah cukup lama masalah lahan. Ternyata belum ada penyelesaian dari pemerintah. Makanya saya minta tutup saja itu biar pemerintah tahu bahwa ada hak orang lain. Enggak boleh menguasai itu,” tandasnya.

Sementara itu, pemilik lahan Hariadi mengatakan, lahan miliknya itu sudah dijadikan sebagai tempat pembuangan limbah sejak lama. Ia pun sudah beberapa kal mengikuti rapat dengar pendapat untuk menyelesaikan masalah lahan yang digunakan pemerintah tersebut. Namun sampai sekarang belum ada kabar dan kejelasan soal pembebasan lahan itu.

“Saya sudah ikut rapat dengar pendapat tiga kali dan menghadap wali kota secara resmi sekali. Tapi belum ada respon dari pemerintah,” bebernya.

(adv/red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini