Beranda Daerah Hadirkan Korban di Persidangan, Terdakwa Yuliana Mawardi Mengakui Kesalahannya

Hadirkan Korban di Persidangan, Terdakwa Yuliana Mawardi Mengakui Kesalahannya

2072
0
Yuliana Mawardi (kiri) terdakwa investasi bodong saat di persidangan (ist)

Bontang, Paragrafnews.com: Terdakwa Yuliana Mawardi kasus penipuan dengan modus investasi fiktif “bodong” akhirnya mengakui kesalahannya, yang sebelumnya memberikan keterangan berbelit – belit dan tidak kooperatif.

Hal ini terungkap setelah hakim menghadirkan korban di persidangan, Kamis (27/5/2021) kemarin.

Menghadirkan saksi (ist)

Sebelumnya, salah satu saksi Fendy yang merupakan agen beras sempat diminta terdakwa untuk beri keterangan palsu di pengadilan Minggu lalu. Namun, Fendy memberikan keterangan sesuai fakta. Ia menyebutkan angka kerugian mencapai 83 jutaan.

“Masih ada satu mobil beras yang belum dibayarkan, intinya yang belum dibayar itu 83 juta. 83 juta itu dia beli beras dan sampe saat ini belum dibayar,” ucap Fendy.

Pada kesempatan ini Pengadilan Negeri (PN) Bontang juga menghadirkan lima saksi dari terdakwa. Dua diantaranya masih hubungan keluarga terdakwa, yakni mertua dan adik iparnya.

Ke dua saksi tersebut menyebutkan bahwa terdakwa memiliki usaha beras dan telur, adik ipar terdakwa menyebutkan bahwa anggota keluarganya sangat terpukul akibat tindakan yang dilakukan oleh terdakwa. Terlebih ia dan terdakwa juga tidak akur.

Pantauan awak media kami di persidangan, salah satu hakim anggota meminta kepada terdakwa kooperatif dalam memberikan keterangan di persidangan. Pasalnya jawaban yang diberikan terdakwa terlihat tidak masuk akal.

Selain itu pertanyaan yang berikan juga harus diulangi beberapa kali, hal tersebut terjadi karena jawaban yang diberikan terdakwa tidak sesuai dengan apa yang ditanyakan oleh hakim anggota.

Saat dijumpai media pada 20 Mei 2021 lalu, terdakwa sempat mengaku semua korbannya sudah dibayar. “Sudah dibayar semua, bahkan berlebih lebih bayarnya,” ujarnya.

Namun nyatanya saat ditanya oleh hakim masih ada beberapa korban lainnya yang belum dibayarkan, selain itu ia juga membenarkan investasi pembagian hasil 20% per 15 hari.

Saat itu terdakwa mengaku telah melunasi pembelian beras dari Fendy, nyatanya terbukti masih memiliki tanggungan beras senilai 83 Juta.

Pada persidangan ini terdakwa mengakui kesalahan yang diperbuatnya.

Rencananya Hakim Ketua akan membacakan tuntutan pada Kamis 3 Juni 2021 mendatang di Pengadilan Negeri Bontang, Kalimantan Timur.

(Reza/Kaje).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here