Beranda Daerah DPRD Bontang Harga Disebut Murah, Andi Faiz Sarankan Beli GeNose C19

Harga Disebut Murah, Andi Faiz Sarankan Beli GeNose C19

0
Andi Faiz Sarankan Beli GeNose C19
Alat pendeteksi virus Corona GeNose C19 (Foto: Kai.id)

Alat pendeteksi virus Corona GeNose C19 dianggap memiliki harga yang murah. Dari informasi yang didapatkan media ini, harga alat tersebut hanya berkisar Rp60 juta per unit. Jauh lebih murah dibandingkan mobil PCR yang dibeli pemkot Bontang yang berharga Rp30 miliar.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Bontang, Provinsi Kalimantan Timur, Andi Faizal Sofyan Hasdam menyarakan pemerintah untuk membeli alat tersebut. Karena, selain harga yang murah, biaya untuk sekali tes pun cukup terjangkau, yakni hanya berkisar Rp20 ribu untuk satu kali tes.

“Alat ini termasuk murah, begitupun biaya tesnya. Jadi saya sarankan untuk beli,” ujar Andi Faiz, Kamis (25/03/2021) siang.

Dikatakan Andi Faiz, alat tersebut bisa diperuntukkan bagi warga yang memiliki ekonomi menengah kebawah. Hal itu dikarenakan harga rapid antigen yang mencapai Rp275 ribu sekali tes masih berat bagi sebagian warga.

Salah satu lokasi yang layak untuk penempatan alat tersebut menurut Andi Faiz, yakni di Pelabuhan Lok Tuan yang penumpangnya mayoritas menengah kebawah.

“Ini kan murah meriah, jadi pilihan bagi warga yang ekonominya menengah kebawah. Opsinya bisa dipasang di pelabuhan untuk para penumpang,” ujarnya.

Namun pembelian GeNose C19 tergantung Dinas Kesehatan, sebagai leading sektor penanganan pandemi corona. Terlebih anggaran penanganan pandemi terbilang cukup besar yakni 10 persen dari APBD Bontang.

“Tergantung dinas kesehatan, mau beli atau tidak. Yang jelas alat itu bisa membantu pemerintah menangani pandemi dan memudahkan warga untuk melakukan tes Covid-19, jadi kami sarankan untuk beli,” pungkasnya.

(kaje/reza)

Artikulli paraprakHonorer Kesulitan Kredit di Bank Kaltimtara, Anggota DPRD Minta Pemerintah Komunikasi Dengan Pihak Bank
Artikulli tjetërKetua DPRD Bontang Ingatkan Pemerintah untuk Penuhi Syarat Prokes Sebelum PTM

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini