Beranda Rubrik Jangan Komsumsi Ini ! Bisa Mati Mendadak, Simak 5 Fakta Makanan Paling...

Jangan Komsumsi Ini ! Bisa Mati Mendadak, Simak 5 Fakta Makanan Paling Beracun di Dunia

Ada satu makanan yang daun dan akarnya mengandung hidrogen sianida yang tinggi!

0
Ilustrasi - Racun dan makanan (source)

Paragrafnews.com: Tentu, kita semua perlu lebih tahu banyak tentang makanan yang akan kita komsumsi, tapi kita biasanya fokus pada kandungan lemak dan gula daripada memperhatikan apa yang akan kita komsumsi itu bisa berakibat keracunan hingga mati mendadak.

Di sini kami akan mengupas 5 makanan paling mematikan di dunia  secara acak yang berhasil kami rangkum, serta beberapa fakta tentang masing-masing makanan tersebut.

1. Fugu

Fugu/Ikan Buntal

Fugu, atau ikan buntal, sering digolongkan sebagai makanan paling beracun di dunia.

Meskipun makanan terlezat di Jepang itu, jika tidak diolah dengan benar dapat menyebabkan kelumpuhan dan sesak napas.

Risiko tersebut berasal dari neurotoksin yang ditemukan di organ ikan, terutama hati, yang dikenal sebagai tetrodotoxin. Jangan khawatir; Hukum di Jepang telah mengatur pengolahan ikan tersebut hanya boleh disajikan oleh koki yang sudah menjalani pelatihan ekstra selama 3 tahun lebih.

Banyak chef fugu yang berpengalaman di Jepang ternyata hanya sebatas menghilangkan sedikit tetrodotoxin, sehingga saat dikonsumsi rasa kesemutan akan terasa di lidah.

Fugu sering dicoba oleh orang barat atau para petualang adrenalin, tetapi jika anda tidak ingin mengambil resiko dengan nasib anda, Shimonoseki, sebuah kota di Jepang Barat, sampai saat ini tidak terdapat kasus kematian terkait fugu. Sedangkan secara global mencatat ada sekitar 100 kematian per tahun akibat keracunan fugu.

2. Katak Raksasa

Ilustrasi katak raksasa

Katak Raksasa Namibia atau Pyxie raksasa adalah makanan yang cukup lezat di Namibia, sering dikonsumsi sebagai hidangan perayaan, terutama oleh orang-orang Ovambo.

Yang berbahaya pada katak ini adanya racun, disebut Oshiketakata yang ditemukan pada spesimen usia muda.

Rupanya, mereka aman untuk dimakan setelah ‘hujan ketiga’ atau ketika mengeluarkan suara serak dan berkembang biak lebih banyak.

Racun itu berakibat buang air kecil yang menyakitkan, gagal ginjal dan bahkan kematian.

Katak ini, berukuran hanya di bawah 10 inci, merupakan yang terbesar di Namibia dan akan memangsa apa pun, mulai tikus hingga reptil dan bahkan katak lainnya.

Ciri – ciri katak tersebut memiliki potongan seperti sekop di setiap tumitnya dan berpungsi untuk menggali ke dalam tanah dengan gerakan menyeret mundur.

3. Ackee

Ackee, atau Blighia sapida, sebenarnya adalah buah khas Jamaika namun sangat berbahaya.

Masalahnya terletak pada saat buahnya masih mentah karena polong di dalamnya mengandung racun yang disebut hipoglisin, tetapi ketika mereka berubah menjadi merah dan terbuka secara alami, dan buahnya benar-benar matang aman untuk dimakan.

Bijinya yang jatuh dari buah yang matang sangat beracun, menyebabkan muntah hingga kematian.

Nama ilmiahnya rupanya berasal dari pelaut yang membawa buah itu pada tahun 1793 dari negara tersebut ke Royal Botanical Gardens di Kew, Inggris; Kapten William Bligh dan nama umum dari nama Afrika Barat Akye fufo.

Penyakit Muntah Jamaika pertama kali diberi label pada tahun 1904 dan seperti yang kami sebutkan sebelumnya disebabkan oleh Hypolgycin. Disebut beracun karena menyebabkan hipoglikemia, yang merupakan penurunan kadar gula darah yang parah.

Angka kematian pada tahap pertama mencapai 80% sebelum ditemukan obat, dilaporkan angkanya jauh lebih sedikit, dari tahun 1989 hingga 1991 hanya ada enam kematian.

4. Casu Marzu

Ini adalah keju lunak susu domba Sardinia yang dibiarkan berfermentasi tanpa ditutup selama proses ‘pematangannya’ sehingga lalat dapat bertelur di dalam keju.

Sebab ketika belatung mati di dalam keju dan tertelan, dapat menyebabkan penyakit kronis dengan merusak dinding usus.

5. Singkong

Singkong adalah sayuran akar yang sering dikenal sebagai tapioka khususnya di AS.

Tumbuhan akar ini berkembang pesat terutama di Afrika dan Amerika Selatan. Selain dapat di sayur juga bisa dibuat tepung, semur, puding, dan bahkan jus.

Daun dan akarnya mengandung hidrogen sianida yang tinggi.

Singkong dapat dikomsumsi, tetapi hanya jika disajikan dengan benar. Setelah nasi dan jagung, umbi singkong sebenarnya memiliki kadar karbohidrat tertinggi ke-3.

Singkong merupakan hasil alam, selain digunakan untuk membuat makanan juga dapat digunakan untuk membuat biofuel ethanol.

Menurut laporan WHO, di Afrika 1 dari 5 orang yang keracunan singkong meninggal.

Nah begitulah, tentu saja, disetiap negara makanan tersebut itu beracun dan urutannya sangat sulit untuk ditentukan, karena tingkat racun atau kematian bervariasi tetapi fugu jelas yang paling beracun. (red/kaje)

sumber: factsite
BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikulli paraprakKomisi I Mengutuk Penembakan Jurnalis Al Jazeera oleh Militer Israel
Artikulli tjetërMasuk RI Tanpa Izin, TNI AU Perintahkan Pesawat Malaysia Mendarat di Batam

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini