Beranda Advertorial Komisi II Rapat Bahas RIPPDA untuk Tinggkatkan PAD, Rustam: Antisipasi Pasca Migas

Komisi II Rapat Bahas RIPPDA untuk Tinggkatkan PAD, Rustam: Antisipasi Pasca Migas

0
Ketua Komisi II DPRD Bontang Rustam HS (Ist)

Bontang – Paragrafnews.com: DPRD Bontang melalui Komisi II yang dipimpin Rustam HS, menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, di Kantor Sekretariat DPRD Bontang Jalan Moeh Roem Senin (9/11/2020).

Rapat yang digelar ini membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPPDA) Tahun (2020 -2025).

Rustam mengatakan, Ini merupakan kabar gembira bagi para pengusaha dan Pemerintah Kota Bontang, lantaran dengan adanya regulasi tersebut nantinya dapat menarik retribusi sehingga dapat menghasilkan Penghasilan Asli Daerah.

“Yang sekarang kita ini nol PAD, ungkap Rustam, usai rapat di Kantor Sekretariat DPRD Bontang Jalan Moeh Roem Senin (9/11/2020).

Menurutnya kini di Bontang ada beberapa destinasi wisata yang dapat menghasilkan retribusi seperti Beras Basah, Segajah, Bontang Kuala dan Mangrove, lantaran banyak pengunjung yang berdatangan ke tempat itu, baik itu lokal maupun luar kota, terlebih kalau ada masjid terapung bisa jadi wisata religi kita.

Sebut sebagai antisipasi pasca migas, kata Rustam, dengan adanya regulasi ini sebagai antisipasi ketika Bontang nantinya tidak lagi mendapatkan dana bagi hasil (DBH) dari pengelolaan migas atau kehilangan perusahaan besar PT Badak dan PT Pupuk Kaltim.

Pembahasan kali ini ada tambahan pasal sebanyak 15 pasal, dari sebelumnya sudah ada 70 pasal yang telah dibahas. “Jadi ini ada tambahan pasal,” ucap Rustam.

Sebagai informasi rapat tersebut dihadiri oleh anggota Komisi II DPRD Bontang lainnya yakni Sumaryono, Nursalam, Sutarmin, Suharno. Sementara itu dari OPD ada tim aistensi raperda Pemkot Bontang dan Bapelitbang. (kaje/ltp).

Artikulli paraprakJoe Biden Menang dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2020, Trump Belum Mengaku Kalah
Artikulli tjetërGenjot PAD Komisi II Menanyakan Zonasi Pulau Beras Basah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini