Beranda Daerah Korban Investasi Bodong Makin Geram, Pelaku Tak Menyesal Hingga Minta Keterangan Palsu...

Korban Investasi Bodong Makin Geram, Pelaku Tak Menyesal Hingga Minta Keterangan Palsu ke Saksi

1752
0
Yuliana Mawardi (kiri) terdakwa investasi bodong saat di persidangan (ist)

Bontang, Paragrafnews.com: Sempat ditahan di lapas Bontang Kalimantan Timur sebelum diputuskan menjadi tahanan kota, Yuliana Mawardi terdakwa penipuan berkedok investasi bodong tak menyesal sedikitpun.

Hal ini terungkap oleh keterangan para korban,
bahkan dirinya menyebut bahwa ia hidup enak di dalam tahanan, hingga ia minta keterangan palsu ke saksi yang merupakan korbannya untuk meringankan hukuman.

“Saya walau disini (Lapas – red) tetap hidup enak, namanya juga banyak uang,” kata Siska salah satu korban, Kamis (20/05/2021) kemarin.

Korban lainnya, Suryani yang mengalami kerugian ratusan juta oleh terdakwa, melalui akun sosial media adik nya, terdakwa sering membuat status jalan – jalan di story nya.

“Saya dikirimin sama adik saya story nya dia bisa jalan – jalan, karena saya di blokir,” Kata Suryani.

Suryani berharap terdakwa mendapatkan hukuman yang setimpal.

Agen Beras Fandi salah satu korban investasi bodong Yuliana Mawardi (ist)

“Saya pengennya dia itu jera. Dapat hukuman yang setimpal sama uang saya dikembalikan. Lihat sekarang dia tambah jadi, bukan main sombongnya mas. Biar gak ada korban selanjutnya,” tandasnya.

Pun, kekesalan nampak di wajah korban lainnya, seorang ibu penjual kue, Mama Akbar yang menjadi korban tipu daya investasi bodong tersebut pernah di hampiri oleh terdakwa di bulan Ramadhan lalu.

Terangnya ia juga sempat memamerkan bahwa dirinya kini bebas. “Pertama itu dia beli kue, terus gak mau di angsul,” kata Mama Akbar.

Mamah Akbar kemudian terkejut tidak di sangka pembelinya itu tidak lain yang menipunya.

“Saya kaget dong karna ngomong gini, masih ingat saya kah tante, sekarang saya bebas. Dia buka masker sambil senyum,” ujar Mama Akbar.

Yuliawati, yang kehilangan lebih dari Rp300 juta juga sempat di video call oleh terdakwa, lagi – lagi ia menunjukan bahwa dirinya kini bebas.

“Saya sempat di VC (Video Call) sama Yuliana, liat sekarang saya bebas, gak ada yang bisa tahan saya, dia ngomong begitu,” terangnya Yuliawati.

“Saya gak sempat rekam sih, cuma kata-katanya gak ada rasa bersalah sama sekali mas. Demi Allah saya tambah sakit hati sekali” Ujar Yuliawati.

Sementara itu, salah satu agen beras di Bontang, Fandy mengalami kerugian sekira Rp83 juta, pasalnya beras yang di bawa oleh terdakwa belum dibayar hingga saat ini.

Fandy, yang dijumpai awak media di Jalan Ks Tubun, Bontang Utara menuturkan bahwa dirinya sempat bertemu dengan terdakwa dan diminta untuk memberikan keterangan palsu di pengadilan.

“Saya diminta untuk mengatakan di pengadilan kalo uang beras saya udah dibayar, padahal masih ada satu mobil belum dibayar,” tutur Fandy.

Pengadilan akan mengundang Fandy pada sidang selanjutnya, Kamis (27/05/2021) untuk menjadi saksi di persidangan.

“Tapi saya bukan orang bodoh, saya dikasih tau nenek saya kalo betul bilang betul, dan kalo salah bilang salah. Pasti saya akan ngomong sejujurnya,” tutup Fandy.

Sebelumnya pada persidangan ke tiga, Kamis 29 April 2021 lalu Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang, Marry menuturkan terdakwa kemungkinan akan dijerat pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan hukumannya 4 atau 5 tahun penjara.

(Reza/Kaze).

Artikel sebelumyaJuni, 54 Wartawan Kaltim Siap Ikut UKW
Artikel berikutnyaHamas Mengklaim Kemenangan saat Gaza Merayakan Gencatan Senjata

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here