Beranda Bisnis Selama Physical Distancing LKP Smart Bridge Terapkan Belajar Online

Selama Physical Distancing LKP Smart Bridge Terapkan Belajar Online

Tempat Kursus dan Pelatihan Bahasa Inggris Unggulan di Kota Bontang

1121
0
Founder Lembaga Kursus dan Pendidikan Smart Bridge Erny Eka Erawati (Foto: Istimewa)

Bontang – Paragrafnews.com: Belajar dari rumah, menjadi aktivitas sehari-hari bagi para pelajar di tengah masa darurat Covid-19 saat ini. Kegiatan anak-anak dalam hal belajar bukan dari pelajaran sekolah saja, namun banyak anak yang mengikuti Bimbel atau kursus di luar sekolah seperti Bahasa Inggris salah satunya.

Nah, salah satunya adalah kegiatan kursus yang diselenggarakan oleh Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Smart Bridge ini. Konsepnya adalah membuat belajar Bahasa Inggris secara daring dengan cara yang lebih menarik, tidak membosankan, dan tidak memberatkan anak dengan tugas-tugas maupun PR (Pekerjaan Rumah) yang cukup merepotkan.

Tampilan di laptop pada saat pelaksanan sistem pembelajaran online yang interaktif di lembaga kursus dan pendidikan Smart Bridge (Foto: Istimewa)

Smart Brigde, merupakan pendidikan non-formal luar sekolah dengan konsep pembelajaran yang fun atau menyenangkan.

Founder yang sekaligus pengelola LKP. Smart Bridge ini, Erny Eka Erawati, menuturkan bahwa kegiatan belajar online atau daring yang ada di lembaganya adalah kegiatan interaksi aktif antara pengajar dengan peserta kursus agar proses belajar menjadi lebih menarik dan peserta tidak jenuh.

Seperti program yang sudah dilaksanakan selama empat pekan ini. Program belajar jarak jauh atau kelas online atau kelas daring ini didukung sepenuhnya oleh Pearson ELT Indonesia yang menyediakan Online Platform melalui Pearson English Portal-nya.

Tampilan di laptop pada saat pelaksanan sistem pembelajaran online yang interaktif di lembaga kursus dan pendidikan Smart Bridge (Foto: Istimewa)

“Sudah 4 pekan ini sejak diterapkan aturan Physical Distancing kami tetap melaksanakan pembelajaran yang tidak ada bedanya seperti mengajar di kelas sebelum pandemi ini, hanya saja tidak ada interaksi fisik sebagai penerapan aturan Physical Distancing tersebut,” kata Erny saat ditemui awak media ini, Jumat (17/4/2020).

Sistem pembelajaran daring atau online Smart Bridge yang interaktif ini, membuat peserta kursus merasa enjoy dan selalu tidak sabar menantikan jadwal belajar atau kelas online mereka. Bahkan banyak dari peserta kursus khususnya kelas anak-anak ini meminta perpanjangan durasi belajar karena saking asiknya belajar online bersama kawan-kawan dan gurunya.

Para orangtua juga sangat mendukung kegiatan ini karena menjadi salah satu solusi menghilangkan kejenuhan anak-anak selama belajar di rumah dan bisa dikatakan sebuah kegiatan refreshing anak-anak dari tugas-tugas sekolah yang tidak sedikit.

Sehingga disayangkan, jika ada orang tua yang tidak mau belajar untuk mengikuti perkembangan zaman yang serba digital ini.

“Saya sebagai seorang ibu dan seorang pendidik, rasanya gemas jika ada orangtua yang tidak mau belajar mengikuti perkembangan teknologi, dengan alasan gaptek atau semacamnya padahal bisa main medsos juga,” ujar Erny yang sangat peduli dengan pendidikan anak, khususnya di Bontang.

Dalam sistem belajar ini pun, orang tua sebenarnya tak ikut dipusingkan oleh pembelajaran anak. Karena semua materi telah disesuaikan dengan usia dan tingkatan kelas anak. Orang tua akan dimudahkan ketika mendampingi anak belajar di rumah.

Karena menurut Erny, assignment atau penugasan yang ada sama sekali tidak memberatkan tetapi justru seperti layaknya bermain game komputer, dimana tiap anak memiliki kode akses dan kata kunci untuk mengerjakannya dan orangtua serta guru dapat langsung memantau perkembangan belajar anak-anaknya secara online.

“Jadi anak yang mengerjakan atau belum menyelesaikan assignment dapat dimonitor juga oleh orang tua dan kami sebagai gurunya. Karena hasilnya langsung terlihat,” imbuhnya.

Alat yang digunakan pun beragam, bisa melalui komputer, laptop, handphone, hingga tablet. Erny berharap, lembaganya yang pada tahun ini telah terakreditasi B oleh BAN PAUD & PNF bisa menjadi lembaga kursus Bahasa Inggris yang terbaik di Kota Bontang.

Namun memang ada kendalanya yakni SDM. Dimana merekrut guru Bahasa Inggris yang memiliki skill mengajar yang baik dan juga memiliki passion mengajar sangatlah sulit. Karena mengajar tidak sekedar skill, tetapi juga membutuhkan passion dan begitu pula sebaliknya.

Karena masih banyak paradigma masyarakat kita yang belum bergeser bahwa kuliah di Jurusan Bahasa Inggris itu bukan untuk mengabdi di dunia pendidikan apalagi mengajar di lembaga kursus, tetapi untuk bekerja di perusahaan-perusahaan asing atau perusahaan ternama.

“Saya berharap juga supaya orang tahu kalau di Bontang itu ada lembaga yang peduli pendidikan, tidak melulu business-oriented. Namun meskipun hanya merupakan lembaga kecil, kami senantiasa berusaha untuk meningkatkan kualitas dan meluaskan wawasan tim kami dan peserta didik kami. Kami tetap ajarkan anak-anak teknologi, nilai moral, dan budaya. Dan kami senantiasa bersinergi dengan lembaga-lembaga (LKP) yang ada di Bontang dan juga Dinas Pendidikan Bontang serta HIPKI untuk bersama-sama mewujudkan Bontang JAGO dan Smart City,” pungkasnya.

(kaje/hrman)

Artikel sebelumyaImbas Corona, Wargi Sunda Samarinda Minta Kang Emil Perhatikan Kondisi Mahasiswa Asal Jabar
Artikel berikutnyaManfaat Tetap Di Rumah, Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here