Beranda Daerah Sempat Dikhawatirkan Mangkrak, Masjid Terapung Selambai Menampakkan Progres

Sempat Dikhawatirkan Mangkrak, Masjid Terapung Selambai Menampakkan Progres

304
0
Foto proyek pembangunan Masjid Terapung di Wilayah Selambai, Kelurahan Loktuan.

Bontang-Paragrafnews.com: Meski sempat dikhawatirkan mangkrak akibat dari ancaman resesi ekonomi nasional, dampak dari pandemi Covid-19. Proyek pembangunan masjid terapung di Kelurahan Loktuan, Bontang Utara, kini menampakkan progresnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Tavip Nugroho, menjelaskan, pembangunan masjid terapung mulai dikerjakan pada akhir Agustus 2020. Saat ini progres pengerjaan diperkirakan telah mencapai 20 persen.

“Progres pengerjaan masjid terapung sudah mencapai 20 persen. Itu minggu lalu. Saat ini saya belum tahu sudah berapa persen. Tapi yang jelas tahap pengerjaannya sudah masuk dipengerjaan pengecoran DAK beton (Pembatas lantai bertingkat) di lantai 2 menuju kubah masjid,” ungkap, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Tavip Nugroho, ditemui ditempat kerjanya, Senin, (21/9/2020).

Ditambahkan, Tavip, selain pengerjaan struktur bangunan masjid yang mulai dikerjakan. Pihak kontraktor juga tengah melakukan pekerjaan tiang pancang untuk dudukan jembatan (Bronjong) yang berada didarat, yakni jembatan yang menuju ke masjid terapung.

Pekerjaan tiang pancang dudukan jembatan (Bronjong) menuju Masjid Terapung.

“Pihak kontraktor saat ini juga tengah mengejar progres pengerjaan tiang pancang untuk dudukan (Bronjong) jembatan menuju masjid terapung. Semua pekerjaan dilakukan secara bertahap, dari bawah hingga atas (kubah masjid),” ujarnya.

Adapun terkait kendala, pihak kontraktor hanya terkendala pada lambatnya proses pengiriman material tiang pancang yang dikirim melalui jalur laut, yang dikirim dari Surabaya.

“Kemarin pengerjaan hanya terkendala pada lambatnya proses pengiriman material tiang pancang yang dikirim dari surabaya melalui jalur laut. Mungkin karena faktor cuaca yang tidak bagus dibulan Agustus-September ini,” pungkasnya.

Sebagai informasi tambahan, sebelumnya Walikota Bontang, Neni Moerniaeni, mengkhawatirkan proyek pembangunan masjid terapung terkendala dengan kontraksi ekonomi nasional, yang dirasa akan berdampak pada Kota Bontang.

Dimana daerah seperti Kota Bontang yang bergantung dari dana transfer pusat bisa mendapat minus Anggaran.

Meski begitu Walikota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan pembangunan masjid terapung yang digadang-gadang menjadi Icon Kota Bontang tersebut tetap akan terbangun. Terlebih masjid terapung ditetapkan masuk dalam agenda prioritas pemerintah di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-Perubahan) 2020.

Adapun untuk diketahui nilai kontrak pembangungan masjid terapung dikelurahan loktuan ini mencapai hingga Rp 28 miliar lebih. sementara waktu pelaksanaan pekerjaannya yakni selama 142 hari kalender.

Adapun pihak kontraktor dilaksanakan oleh PT. Pubagot Jaya Abadi. Sementara Konsultan pengawas dilaksanakan oleh PT. Teknika Cipta Konsultan. *(AMT).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here