Beranda Daerah Terdampak Covid-19, BerKTP Bontang Warga Desa Suka Rahmat Kutim Berharap BLT dan...

Terdampak Covid-19, BerKTP Bontang Warga Desa Suka Rahmat Kutim Berharap BLT dan Sembako

0
Azizah warga Desa Suka Rahmat kutim yang berKTP Bontang pada saat menanyakan status penerima BLT dan sembako di Kelurahan Belimbing Bontang Barat, Senin 27/4/2020 (Foto: Istimewa)

Bontang – Paragrafnews.com: Warga Desa Suka Rahmat Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Kutai Timur, yang berKTP Bontang berharap mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan sembako dari pemerintah Kutim Khususnya.

Banyaknya warga disana yang terdampak akibat Covid-19, namun sebagian warganya berKTP Bontang, sehingga mereka minim bantuan bahkan tidak terdata untuk penerima BLT dan sembako baik dari Pemkot Bontang maupun dari Pemkab Kutim.

Azizah (30 tahun) ibu rumah tangga dengan tiga anak warga Desa Suka Rahmat RT 11 yang berKTP Bontang berharap Pemkab Kutim bisa memperhatikan kami sebagai warga terdampak pandemi Covid-19.

Dijelaskannya Azizah, kebijakan karantina wilayah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 membuat ekonomi kian merosot. Situasi ini turut dirasakan suaminya yang berprofesi kuli bangunan harian.

“Kami juga warga terdampak hanya karena berKTP Bontang kami di terlantarkan. Di Bontang tidak di data di Kutim pun kami tidak ke data sebagai penerima BLT dan sembako bagi warga terdampak Covid-19,” ujar Azizah, Senin (27/4/2020).

Sambung Ia, suami sudah banyak nganggur karena sudah jarang proyek, sekarang paling 2 hari kerja dalam seminggu, tukasnya.

PENGURUSAN KTP DAN KK DI BONTANG SERBA GRATIS

Desa Sukarahmat Kecamatan Teluk Pandan Kutim, merupakan pemukiman warga yang jaraknya hanya 200 meter dari tugu “Selamat Datang” Kota Bontang, warga disana lebih memilih berKTP Bontang lantaran akses lebih dekat ketimbang harus mengurus ke Sangata, Kutim.

Hal ini dirasakan oleh Ginanjar (28thn) warga Desa Suka Rahmat, ia menjelaskan. “Karena aksesnya dekat pelayanannya cepat dan serba gratis sehingga saya sekeluarga mengurus KTP, dan KK di Bontang ketimbang di Sangata Kutim,” ungkap Ginanjar.

Ia mengaku bisa membuat KTP dan KK di Bontang hanya berbekal numpang alamat saudaranya yang ada di Bontang, kata Ginanjar.

“Sebenarnya kami sudah mengurus KTP di Desa Suka Rahmat pada salah satu oknum dengan memberikan imbalan uang transport Rp 50rb per orang, namun hingga 1 tahun lebih tidak ada kabar lanjutnya,” tutupnya Ginanjar.

Artikulli paraprakLegislator Partai NasDem “Faisal FBR” Rogoh Kocek Sendiri, Ringankan Beban Masyarakat Akibat Covid-19
Artikulli tjetërImunitas Rendah, Lebih Rentang Terkena Covid-19

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini