Beranda Hukum Doni Salmanan Ditetapkan Sebagai Tersangka Diperiksa Selama 13 Jam dengan 90 Pertanyaan

Doni Salmanan Ditetapkan Sebagai Tersangka Diperiksa Selama 13 Jam dengan 90 Pertanyaan

0

JAKARTA, Paragrafnews.com: Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri resmi menetapkan Doni Salmanan sebagai tersangka, kasus dugaan penipuan investasi opsi biner aplikasi Qoutex.

Informasi pengumuman orang kaya atau “crazy rich” asal Soreang, Bandung itu sebagai tersangka disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, di Mabes Polri, Rabu (9/3/2022) dini hari.

“Gelar perkara penetapan atau meningkatkan status yang bersangkutan dari saksi menjadi tersangka,” kata Brigjen Ahmad Ramadhan.

Doni Salmanan ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi, pada hari, Selasa (8/3/2022), dari pukul 10.10 WIB sampai dengan pukul 23.30 WIB.

Dia diperiksa selama hampir 13 jam. Penyidik memberikan 90 pertanyaan. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, penyidik melakukan penangkapan terhadap Doni Salmanan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, malam ini juga atau setelah ini saudara DS dilakukan penahanan,” kata Ramadhan.

Adapun alasan penahanan dilakukan karena alasan subjektif dan objektif dari penyidik. Alasan subjektif adalah dikhawatirkan tersangka melarikan diri, dikhawatirkan mengulangi perbuatannya dan dikhawatirkan menghilangkan barang bukti.

“Alasan objektifnya karena ancaman hukuman di atas lima tahun pencara, yakni 20 tahun untuk TPPU,” katanya.

Tersangka Doni Salmanan dijerat dengan pasal berlapis yakni terkait Undang-Undang ITE, KUHP dan tindak pidana pencucian ulang. Sebagaimana diatur dalam pasal 45A ayat (1) jo Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang ITE, atau Pasal 378 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 3 dan atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberatasan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Pasal TPPU ancamannya 20 tahun penjara.”

Doni Salmanan dilaporkan oleh korban aplikasi trading Quotex berinisial RA, laporan tercatat dengan nomor polisi LP : B/0059/II/2022/SPKT/BARESKRIM POLRI tanggal 3 Februari 2022.

Penyidik telah meningkatkan status perkara dari penyelidikan ke tahap penyidikan pada hari, Jumat (4/3/2022).

Sampai saat ini sebanyak 12 saksi telah diperiksa, terdiri atas, tujuh saksi korban, tiga ahli dan dua saksi dari perusahaan paymet gateway.

Dalam perkara ini penyidik menyita sejumlah barang bukti, yakni ponsel iPhone milik Doni Salmanan, akun YouTube dengan nama King Salmanan, dua akun email yang terkoneksi dengan akun YouTube, dan akun Quotex, satu mutasi rekening bank atas nama tersangka dan dua bundel bukti transfer deposit, sebuah diska lepas berisi satu file hasil unduh video YouTube King Salamanan.(**)

Artikulli paraprakHUT SMSI ke-5 : Jenderal Dudung Abdurachman Apresiasi SMSI
Artikulli tjetërDukung Peningkatan Literasi, PWI-FPB Sukses Gelar Bincang Buku dan Kepenulisan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini