Beranda Daerah NEW NORMAL: Oleh A. Sofyan Hasdam

NEW NORMAL: Oleh A. Sofyan Hasdam

217
0
Mantan Walikota Bontang Dua Priode Dr.dr. H. A. Sofyan Hasdam Sp.S

Bontang-Paragrafnews: Dalam beberapa waktu terakhir ini tiba- tiba angka penderita Covid-19 di Kota Bontang naik menjadi 170 orang. Hal ini cukup mengagetkan masyarakat karena sebelumnya jumlah kasus sangat rendah.

Pertanyaannya, mengapa kasus tiba-tiba banyak?.

Memang ada kasus baru yang kemudian dikenal dengan klaster PKT. Dari semua orang yang Positif Covid-19 dilakukan tracing. Di evaluasi dari mana saja dia pergi dan dia kontak dengan siapa saja. Dari tracing itulah dilakukan test. Semua yang kontak dilakukan pemeriksaan Swab.

Di Bontang sudah ada 25.000 orang yang di lakukan pemeriksaan Swab dan dari situ di dapatkan hasil positif 170 orang. Jadi tingginya angka Positif Covid-19 pertanda bahwa Pemerintah, Satgas (Satuan Tugas) Covid-19 dan Perusahaan bekerja keras. Kalau mereka tidak bekerja keras niscaya penderita Covid-19 tidak terdeteksi karena semua pengidap Covid-19 ini berupa orang tanpa gejala (OTG).

Jangan Dikucilkan.

Covid-19 sebetulnya berupa penyakit virus seperti influensa. Lalu mengapa ada perlakuan istimewa terhadap covid-19. Karena tingkat penularannya yang dahsyat. Sebetulnya takut kematian penyakit infeksi lain seperti demam berdarah lebih tinggi dari covid-19. Tapi karena penyebarannya yang cepat sehingga rantai penularannya harus di putus yaitu dengan 3 M (Menggunakan masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak).

170 kasus yang terdeteksi dari 25 ribu Test Swab sebetulnya cukup rendah. Namun sekali lagi kita tidak boleh pandang enteng karena takut penularan.

New Normal.

Naiknya jumlah penderita yang terdeteksi menimbulkan pertanyaan pada sekelompok masyarakat. Mengapa tidak dilakukan lagi penjagaan di tugu selamat datang. Mengapa orang yang habis bepergian dari Jakarta. Makassar dan lain-lain tidak di isolasi ?.

Jawabannya karena sekarang kita sudah berada pada Fase New Normal. Orang bebas bepergian sepanjang mengikuti protokol kesehatan. Itulah sebabnya setiap mau berangkat dengan pesawat terbang harus menunjukkan hasil Rapid Test. Demikian pula masyarakat sudah bebas melakukan kegiatan ekonomi sepanjang dalam transaksi selalu di terapkan 3 M.

Pemerintah nampaknya tidak akan menahan lagi masyarakat untuk tinggal berlama-lama di dalam rumah karena khawatir mereka yang mati karena kesulitan ekonomi lebih tinggi dari yang mati akibat Covid-19.

*Salam Sehat. (Dr.dr. H. A. Sofyan Hasdam Sp.S).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here