Beranda Rubrik Kisah petinju “Si Leher Beton” Mike Tyson, Dapat Hidayah saat Berada di...

Kisah petinju “Si Leher Beton” Mike Tyson, Dapat Hidayah saat Berada di Penjara

0
Petinju legendaris Mike Tyson (instagram @miketyson)

Paragrafnews.com: Siapa yang tak mengenal sosok legenda Mike Tyson yang dijuluki “Si Leher Beton” kehidupan petinju kelahiran Amerika Serikat ini memang kerap disorot publik. Ada banyak hal yang menjadi perbincangan. Tak hanya soal pribadi terkait kisah cintanya dengan beberapa wanita, tapi juga soal keputusannya menjadi mualaf yang sempat menghebohkan para penggemar.

Dikutip dari Republic World, Tyson dilaporkan mengalami perubahan kepribadian selama di penjara. Tak disangka-sangka, Tyson malah menemukan cahaya Islam dan memutuskan menjadi mualaf. Untuk diingat kembali, dahulu Mike Tyson memang pernah menjadi narapidana yang dihukum karena kasus pemerkosaan. Ia ditahan selama tiga tahun di penjara.

Tyson mendapatkan banyak respons negatif usai dinyatakan bersalah melakukan pemerkosaan. Ia juga dikenal sebagai pribadi yang kejam sebelum masuk Islam.

Dalam sebuah wawancara usai bebas dari penjara, Tyson mengatakan sangat terharu setelah membaca buku-buku tentang Islam. Saat itulah dia memutuskan menjadi seorang muslim karena melihat Islam sebagai agama yang damai.

Mike Tyson (Foto: Instagram @miketyson)

Tyson menggunakan nama baru setelah menjadi mualaf dan masuk Islam. Menurut sebuah laporan, ayah tujuh anak ini mengubah nama menjadi Malik Abdul Aziz. Namun, nama barunya itu tidak pernah digunakan selama berkarier di dunia tinju.

Saat mendekam di penjara, Tyson kehilangan banyak hal dalam hidupnya. Melansir The Guardian, ada beberapa orang kepercayaannya yang justru balik badan saat dia ditahan.

Ketika Tyson mendekam dijeruji besi, pelatih dan petinju Eddie Mustafa Muhammad rutin mengunjungi Tyson di penjara. Muhammad melihat Tyson berubah menjadi rendah hati dan berdamai dengan dirinya sendiri usai masuk Islam.

“Islam telah memberinya tujuan dan arah. Saya akan menemuinya Sabtu pagi untuk berdoa, lalu kami pergi ke jalan masing-masing. Saya tidak ke sana untuk suatu pekerjaan, tapi saya pergi sebagai saudara,” kata Muhammad.

Promotor Mike Tyson, Don King, menjadi orang kepercayaannya selama di dunia tinju. King juga yang banyak mengendalikan hidup Tyson.

Suatu hari usai bebas, Tyson berencana berhenti di masjid dekat penjara untuk beribadah. Namun, King merasa keberatan dan ingin Tyson langsung ke bandara untuk kembali ke Cleveland. Saat mendengar cerita ini, Muhammad hanya tertawa.

“King kembali mencoba untuk mengendalikan hidupnya. Tapi Mike akan melawannya. Jika Allah ingin Mike salat di masjid, dia akan salat. Allah mungkin punya banyak nama, tapi salah satunya bukan Don King,” ujar promotor Butch Lewis.

Menurut New York Times, Tyson mengenal Islam melalui Muhammad Sideeq. Sahabat Tyson, pebasket Hakeem Olajuwon bahkan menyebutnya sebagai pengikut Nabi Muhammad.

“Dia memeluk Islam dan saya melihat komitmennya. Dia mengutip beberapa ayat dari Al-Qur’an untuk dirinya. Dia berbicara tentang Hamzah, seorang pejuang yang hidup di zaman Nabi Muhammad,” ujar Olajuwon.

Saat keluar dari penjara, penampilan Tyson menjadi sorotan publik. Pria 54 tahun itu mengenakan kopiah putih dan disambut para penggemarnya.

Tyson sendiri mengaku bersyukur bisa menjadi seorang muslim. Ia mengatakan telah berubah menjadi sosok yang rendah hati, Bunda.

“Saya sangat bersyukur menjadi seorang muslim. Allah tidak membutuhkan saya, tapi saya yang membutuhkan Allah,” kata Tyson, dilansir Fox News.

“Saya tidak pernah bisa menjadi rendah hati dan tidak ada hal seperti itu dalam hidup saya,” sambungnya.

Pria kelahiran 1966 itu mengaku sulit untuk memiliki sifat rendah hati. Tapi dia berusaha untuk berubah menjadi lebih baik.

“Saya berusaha untuk rendah hati, saya ingin rendah hati tetapi itu sulit. Ini sangat sulit. Rendah hati artinya tidak menganggap diri Anda serius. Saya mencoba melakukannya,” ujar Tyson.

Pada 2010, Tyson memutuskan untuk mengunjungi Ka’bah di Mekah. Dilansir Islamic Preacher, Mike Tyson tak kuasa menahan haru saat beribadah umrah di sana.

“Saya tidak bisa menghentikan tangis ketika saya mengetahui berada di salah satu taman surga,” ujarnya. (red/**)

Artikulli paraprakIni Perbedaan dan Keuntungan Beralih dari TV Analog ke TV Digital
Artikulli tjetërDiduga Selingkuh, Udah Damai Eh Malah Nyusul ke Rumah Nikam Gunakan Badik

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini