Beranda Daerah Lewat Seni! Musisi Kota Taman Suarakan Perlawanan Terhadap Bencana Karhutla

Lewat Seni! Musisi Kota Taman Suarakan Perlawanan Terhadap Bencana Karhutla

0
Panggung Singgareba Community Bontang

Bontang-Paragrafnews: Menyuarakan persoalan lingkungan dan alam Lewat musik, menjadi bentuk aksi perlawanan dan kritikan terhadap pemerintah dari para musisi Kota Taman malam itu.

Pesan itu tersirat. Mana kala Persoalan lingkungan telah menjadi isu vital bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya, dengan kejadian bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah Provinsi di Wilayah Indonesia.

Dari Panggung Singgareba Community Hub. Dengan lugas dan lantang namun harmonis, para musisi lokal ini mengkritik kemapaman serta kebijakan yang berseberangan dengan nurani mereka di negeri ini. Minggu (29/9/2019).

Penampilan Salah Satu Musisi Kota Taman

Ada pesan moral yang tersampaikan. Bahwa bentuk kritikan itu tak melulu berbicara soal aksi anarkis dan semacamnya.

Hal itu pun diaminkan oleh Muhammad Fachmi Syafa, owner dari Kafe Singgareba. Ia juga merupakan seorang pemuda yang kerap menyuarakan dan peduli terhadap persoalan lingkungan dan alam di Kota Taman.

Muhammad Fachmi Syafa, Owner Kafe Singgareba

Pehobi kopi ini menyampaikan. Lewat lagu dan seni, bisa jadi sarana media alternatif mengajak berbagai kalangan untuk peduli terhadap lingkungan dan sosial.

“Persoalan kabut asap memang sangat genting untuk disuarakan dari berbagai jalur, termasuk lewat gigs darurat asap! Aksi demokrasi Partikelir yang malam ini dihadiri berbagai komunitas, terutama komunitas musik dari berbagai genre,” ucapnya.

Lewat karya musik dari para musisi ini ia mencoba memaksimalkan potensi, menyuarakan persoalan sekaligus menjadi pesan merespon kondisi yang terjadi. Sebab pada kenyataannya, kejadian ini berhubungan dengan kasus lingkungan, korupsi dan politik dari para penguasa.

Sungguh mengerikan ketika kita tahu bahwa negeri kita ini tidak sedang baik-baik saja. Menurutnya, pemerintah tidak serius menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa ini. Seperti kebijakan pemerintah yang tak terkontrol.

“Apa yang disampaikan para pemuda dari berbagai komunitas dan musisi Kota Taman ini, merupakan karya bentuk perlawanan baru, bahwa mengkritik bisa dilakukan dengan berkarya, lewat seni, musik dan bernyanyi. Panjang umur perlawanan!,” tegasnya.

Artikulli paraprakKelurahan Belimbing Sukses Gelar Launching CFD, Ratusan Warga BTN PKT Turun ke Jalan
Artikulli tjetërBentuk Akhlak dan Etika Dalam Bernegara, Dewan Apresiasi Gelaran MTQ Kota Bontang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini