Beranda Daerah Optimalkan Pengelolaan Media Informasi, Bawaslu Kota Bontang Gandeng Jurnalistik

Optimalkan Pengelolaan Media Informasi, Bawaslu Kota Bontang Gandeng Jurnalistik

0
Dihadiri Ketua Bawaslu Bontang, Aldy Atrian dan komisioner Bawaslu Bontang, Agus Susanto serta Ketua PWI Bontang, Suriadi Said serta puluhan jurnalistik yang ada di Kota Bontang / ist
Dihadiri Ketua Bawaslu Bontang, Aldy Atrian dan komisioner Bawaslu Bontang, Agus Susanto serta Ketua PWI Bontang, Suriadi Said serta puluhan jurnalistik yang ada di Kota Bontang / ist

Bontang, Paragrafnews.com: Datam rangka meningkatkan pengelolaan kehumasan dan informasi publik, serta menjalin sinergitas dalam persiapan penyelenggaraan Pemilu di Kota Bontang Tahun 2024, Bawaslu Kota Bontang gelar diskusi bareng insan media.

Dengan tema “Pengelolaan Kehumasan dan lnformasi Publik Bawaslu Kota Bontang Bersama Media Jumalistik se-Kota Bontang” digelar di Hotel Bintang Sintuk, Jumat (27/5/2022) kemarin.

Di acara tersebut, hadir Ketua Bawaslu Bontang, Aldy Atrian, komisioner Bawaslu Bontang, Agus Susanto dan Ketua PWI Bontang, Suriadi Said serta puluhan jurnalistik yang ada di Kota Bontang.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kota Bontang, Kalimantan Timur Aldy Atrian menuturkan pentingnya peran media dalam pengelenggaraan Pemilu dan pemilihan khususnya di Kota Bontang.

“Dalam berbagai diskusi, proses kepemiluan maupun proses demokrasi dan seterusnya, selalu menempatkan teman teman media sebagai mitra,” ungkapnya Aldy.

Menurutnya, keberadaan media saat ini memberikan kontribusi yang besar dalam agenda politik.

“Jadi kami melihat keberadaan media hari ini akan memberikan kontribusi yang besar, minimal agenda politik lokal di kota kita, dan tentunya teman teman mempunyai agenda dalam upaya mencerdaskan masyarakat,” jelas Aldy.

Sementara itu, Ketua PWI Bontang Suriadi Said yang juga sebagai narasumber menyarankan ke Bawaslu, ketika ada pemberitaan tidak hanya sekedar pers rilis tapi dengan konfrensi pers langsung.

“Itu yang lebih penting, tapi bisa di maklumi kenapa ada beberapa lembaga pemerintahan atau swasta menggunakan pers rilis. Dari pengalaman di lapangan mungkin ada beberapa rekan rekan mendapatkan pers rilis ketika wawancara atau meliput ke narasumber, ada juga yang langsung nulis saja” ungkapny Suriadi.

Menurutnya dengan adanya pers rilis, biasanya ketidakpercayaan narasumber terhadap media, takut salah.

“Makanya mereka tidak berani mengadakan pres rilis, bisa saja mungkin Bawaslu ketika membuat berita pers rilis diberikan waktu untuk konfrensi pers, agar data – data terutama hukum, pasal – pasal tidak salah tulis dan mungkin itu salah satu tujuan Bawaslu memberikan pers rilis” ungkapnya Suriadi. (kaje/red)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikulli paraprakFWD Insurance Luncurkan FWD Critical First Protection
Artikulli tjetërViral ! Nama Bocah Ini Seperti Sebuah Syair Terdiri 50 Huruf, Berikut Penjelasan Orang Tuanya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini