Beranda Internasional Sekilas Rudal Brimstone Inggris yang Akan Dikirim ke Ukraina

Sekilas Rudal Brimstone Inggris yang Akan Dikirim ke Ukraina

0
Rudal Inggris Brimstone (Foto: dok. MBDA)

Paragrafnews.com: Rudal Brimstone terdiri dari peluru kendali sayap tetap, peluru putar, dan peluru kendali permukaan yang dikembangkan dan digunakan oleh Inggris. Rudal dasar, versi Inggris dari AGM-114 Hellfire, telah berfungsi sebagai dasar untuk Brimstone Dual Mode System, Brimstone 2, Brimstone Sea Spear, dan Future Attack Helicopter Weapon (FAHW).

Baca Juga: Perang Makin Panas ! Inggris Umumkan Pengiriman Rudal Canggih Brimstone ke Ukraina

Rudal Inggris Brimstone

Rudal Brimstone terdiri dari peluru kendali sayap tetap, peluru putar, dan peluru kendali permukaan yang dikembangkan dan digunakan oleh Inggris. Rudal dasar, versi Inggris dari AGM-114 Hellfire, telah berfungsi sebagai dasar untuk Brimstone Dual Mode System, Brimstone 2, Brimstone Sea Spear, dan Future Attack Helicopter Weapon (FAHW).

Asal usul Brimstone dapat dilacak hingga Inggris membatalkan program steerable cluster bomb (VJ291) Angkatan Udara Kerajaan (RAF) pada tahun 1978, sebuah program yang berusaha untuk meningkatkan bom cluster BL755 Inggris daripada membeli AGM buatan AS. -65 Maverick.1

Untuk menggantikan VJ291, RAF mengumumkan pada tahun 1982 Staff Requirement (Air) 1238 (SRA 1238) untuk sebuah rudal otonom segala cuaca yang dapat beroperasi pada jarak standoff. Setelah mempertimbangkan beberapa proposal, Kementerian Pertahanan Inggris memilih Brimstone yang diproduksi Macroni/Rockewell untuk pengembangan pada tahun 1988.

Program pengembangan itu dibatalkan pada tahun 1990. Namun, Perang Teluk 1991 menyoroti kegunaan amunisi berpemandu presisi jarak jauh seperti rudal Tomahawk dan Hellfire AS.2

Akibatnya, Inggris memulai kembali pekerjaan di Brimstone pada tahun 1992.

Terinspirasi oleh desain dan nama dasar AGM-114 Hellfire, Brimstone melakukan uji coba pengangkutan udara awal pada tahun 1998, dan memulai pengujian tembakan langsung pada tahun 1999. Meskipun dijadwalkan untuk masuk layanan pada tahun 2001, rudal tersebut tidak bergabung dengan arsenal RAF sampai 31 Maret 2005. Program ini tertunda beberapa kali untuk peningkatan perangkat lunak panduan dan kontrol untuk rudal, serta peningkatan sistem untuk Tornado GR4, pesawat yang dijadwalkan akan dipasangi Brimstone.

Pada tahun 2007, RAF mengeluarkan Urgent Operational Requirement (UOR) yang meminta Brimstone untuk ditingkatkan dengan seeker Semi-Active Laser (SAL) dan perangkat lunak yang ditingkatkan. Peningkatan ini menghasilkan varian Dual Mode Brimstone, karena rudal dapat beralih dari penargetan berpemandu laser ke penargetan otonom. Biaya yang dilaporkan untuk mengembangkan model dasar dan mode ganda adalah £380 juta ($506 juta).

Pada tahun 2013, MBDA melakukan uji terbang awal Brimstone 2, dengan jangkauan dua kali lipat dari model dasar. Brimstone 2 mulai beroperasi dengan RAF pada 13 Juli 2016.

Keluarga Brimstone akan diperluas lebih lanjut untuk memasukkan Brimstone Sea Spear dan Future Attack Helicopter Weapon (FAHW). Meskipun Sea Spear dan FAHW tetap dalam pengembangan, kedua rudal tersebut telah berhasil melakukan uji terbang. (red/**)

sumber:missilethreat.csis.org

Artikulli paraprakPerang Makin Panas ! Inggris Umumkan Pengiriman Rudal Canggih Brimstone ke Ukraina
Artikulli tjetërGaspol, Dalam Semalam Satresnarkoba Polres Bontang Tangkap Dua Pelaku Pemilik Sabu

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini