Beranda Daerah Junaidi Wujud Caleg Muda, Penyambung Lidah Masyarakat Pesisir

Junaidi Wujud Caleg Muda, Penyambung Lidah Masyarakat Pesisir

0
Junaidi Calon Legislatif DPRD Bontang termuda Dapil Bontang Utara dari Partai PKB

Bontang-Paragrafnews: Junaidi calon anggota legislatif (Caleg) muda dengan umur 25 tahun ini berhasil melenggang ke DPRD Bontang periode 2019-2024.

Meski terbilang muda, Kehadirannya pun seakan menepis anggapan miring bahwa politikus muda hanya adu nasib, idealisme, dan perintah orang tua.

Usai pencoblosan pada 17 april 2019 lalu, ia memang telah di gadang-gadang oleh sebagian masyarakat akan mencuat ke permukaan, dan berada dibarisan terdepan dalam perebutan kursi DPRD menuju Gedung Dewan di Bontang Lestari, dan hal itupun terbukti.

Junaidi berhasil bertarung di Pileg 2019, dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dengan perolehan suara sah yang dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bontang sebanyak 1.964 suara, dan menjadi peraih suara tertinggi di urutan ke-3, dari Dapil 3 Kecamatan Bontang Utara.

Menariknya, sebelum akhirnya memutuskan untuk memilih Partai PKB sebagai perahunya mendayung ke Legislatif, Junaidi sempat di pinang 3 partai Besar diKota Taman ini diantaranya ada Partai Perindo, Hanura, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). namun begitu Junaidi melabuhkan pilihannya pada Partai PKB.

Junaidi memilih Partai PKB karena melihat tak ada figur (Petahana) kuat yang bakal jadi kompetitornya dalam bertarung. kemudian ia juga melihat sosok seorang Wakil Wali Kota Bontang yakni Basri Rase di tubuh PKB yang dianggapnya punya peran penting antara Legislatif dan Eksekutif.

Pemuda yang kerap di sapa Izul oleh Warga Bontang Kuala ini baru berkecimpung di dunia politik pada 2017 lalu. Meski begitu ia ingin membuktikan kapasitasnya.

“Memang saya masih baru di politik, tapi setelah berproses, berdialog dengan masyarakat, saya sangat termotivasi untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, terutama masyarakat pesisir di Bontang Kuala ini,” Imbuhnya.

Secara khusus Junaidi memang ingin memperjuangkan aspirasi warga di kampung halamannya di Bontang Kuala. Menurutnya, masih banyak yang harus dibenahi, mulai dari infrastruktur hingga kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, ia mengaku jika duduk di parlemen nanti, akan mengawal kebijakan pemerintah di sektor pariwisata dan program ekonomi kreatif untuk masyarakat pesisir.

Disinggung mengenai prolehan suara yang diraihnya, Junaidi pun membeberkan cara ia bersosialisasi di masyarakat.

” Sebelum saya bertekad maju di parlemen 2019, saya lebih dulu mengumpulkan para tokoh masyarakat dan tetua yang ada di Bontang Kuala mas. Apakah saya maju atau tidak? Setelah saya mendapat restu dari mereka, baru saya memberanikan diri untuk bertarung,” Bebernya.

Oleh sebab itu ia semakin bertekad menuju ke parlemen, dengan gencar besosialisasi dari rumah-kerumah bertemu langsung dengan warga menyampaikan aspirasinya jika duduk nanti.

Ditanya bagaimana bersosialisasi di masyarakat dan tanggapannya ketika melakukan pendekatan dan bertatap muka langsung dengan warga?

” Dalam konstelasi politik yang ditentukan ada dua hal, pragmatisme atau idealisme? Nah! Bagi warga yang pragmatisme mereka cendrung memilih dan mencari yang menggunakan biaya dengan membeli suara. Sedangkan yang idealis lebih kepada pendekatan kekeluargaan,” Ucapnya.

Dalam bersosialisasi ia tak menampik ada peran nama besar ayahnya dibalik kesuksesannya dalam meraih banyak suara. Hal itu ia anggap wajar. ia mencontohkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Demokrat dengan Ayahnya yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Di akhir diskusi Junaidi membeberkan apa yang ia perjuangkan setelah duduk di parlemen. pertama, ia akan menyoroti Pemerintah Kota terkait ketimpangan ekonomi dan pendidikan bagi Anak-anak pesisir. Seperti akses pendidikan yang terbilang sulit untuk menuju ke Kota.

Kedua, ia punya harapan besar bisa mengubah potret pesisir Kota Bontang menjadi lebih baik dengan sektor Pariwisatanya.

” Sejumlah infrastruktur dan akses jalan harus di perbaiki lebih dulu, supaya kalau banjir tidak menutupi jalan, begitu pula dengan pendidikan diwilayah pesisir ini. Masa bapaknya seorang nelayan dan ketika besar anaknya juga harus menjadi seorang nelayan,” Ungkapnya.

Ditambahkan Junaidi, Faktor ekonomi juga menjadi sorotan bagi Pemkot, Jika berkaca pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM), berdasarkan Data Statistik maka Kota Bontang berada di urutan pertama dari daerah lainnya di Kaltim.

” Namun mengapa pendidikan dan ekonomi untuk Wilayah pesisir masih terbilang sulit. Padahal Bontang di apit beberapa perusahaan besar seperti PT Pupuk Kaltim, LNG Badak, dan Perusahaan Tambang. Mengapa tak bekerja sama dan memanfaatkan Program CSR mereka, banyak manfaat yang bisa di peroleh selain untuk pendidikan,” Pungkasnya.

Perhelatan akbar demokrasi Pemilu legislatif 2019 telah usai di Kota Taman. Kini para Caleg dan partai Politik menjadi wujud wajah baru demokrasi untuk mewakili dan menyuarakan aspirasi sebagai penyambung lidah masyarakat, duduk di Gedung Dewan Bontang Lestari.

Artikulli paraprakKPU Sebut C1 Menangkan Prabowo Palsu Jika Beda dengan Situng
Artikulli tjetërCoba Praktekan, 3 Mainan tatap lantas alihkan ke tembok ini bikin kagum juga serem

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini