Beranda Daerah Banjir Rob Rutin Datang dan Makin Tinggi, Warga Alami Kerugian. Harapnya; Walikota...

Banjir Rob Rutin Datang dan Makin Tinggi, Warga Alami Kerugian. Harapnya; Walikota Terpilih Bisa Mengatasi

184
0
Foto Dok. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang. Banjir Rob Bontang Kuala, Rabu, (16/12/2020).

Bontang-Paragrafnes.com: Kerugian akibat banjir rob kini mulai dirasakan warga yang bermungkim di wilayah pesisir Kelurahan Bontang Kuala.

Banjir rob yang terus naik setiap tahunnya, dirasa semakin menyulitkan warga. Warga mulai menyikapi serius permasalahan banjir rob ini.

Bukan tanpa alasan, warga tidak ingin jika banjir rob yang semakin tinggi setiap tahunnya ini, akan membawa bala bencana bagi warga di Kelurahan Bontang Kuala. Terlebih Bontang Kuala merupakan Kawasan Destinasi Wisata Kota Bontang.

Olehnya warga kini meminta ada upaya yang maksimal dari Pemerintah Kota.

Abdul Karim, Warga Bontang Kuala ini mengatakan, banjir rob ini memang sudah ada sejak beberapa tahun sebelumnya. Namun tidak pernah separah seperti di tahun ini. Bahkan dalam setahun, banjir rob ini bisa naik 3 hingga 4 kali sebulan. Akibatnya kini ia menuai dampak kerugian dari banjir rob.

“Rumah saya kan di dalam. Motor saya sering kali masuk bengkel setelah melewati akses di jalan utama menuju beka yang ketika terendam banjir. Selain itu air juga masuk kedalam rumah. Membasahi semua prabotan,” keluhnya.

Selain Abdul Karim, H. Asmoran juga mengalami hal yang sama. Dikatakan H. Asmoran, parkiran di Destinasi Bontang Kuala ini sekarang juga mulai terendam air laut. Dan hal ini tentu berdampak buruk pada kendaraan warga yang parkir tempat itu.

“Coba anda lihat parkiran ini terendam banjir kan. Ini air laut loh. Mobil yang parkir di sini pasti bisa rusak. Ya cobalah pemerintah yang baru ini lihat kesini, kasih solusi. Kalau bisa ini parkiran di tinggikan. Apalagi ini kan daerah wisata, semua orang ingin berkunjung kesini. Kalau keadaannya semakin parah seperti ini. Siapa yang mau kesini,” tegasnya.

Sementara itu Ketua IPBK (Ikatakan Pemuda Bontang Kuala) Dody Sapril Saputra dan rekannya Roby menuturkan, Wilayah Pesisir Bontang Kuala ini merupakan icon Kota Bontang. Mestinya permasalahan banjir rob ini bisa menjadi prioritas perbaikan pembangunan oleh Pemkot.

“Bontang kuala ini bisa dibilang wilayah yang pertama ada, dan merupakan icon Kota Bontang. Makanya perbaikan pembangunan di Bontang Kuala mestinya di utamakan. Apalagi yang kita tahu bersama jika masyarakat pesisir disini rata-rata menggantungkan hidupnya dengan kunjungan wisata dan hasil laut. Jika banjir rob naik bagaimana kami bisa leluasa bekerja. Dan ini juga yang kami harapkan kepada pemerintah yang baru nantinya,” ungkap Dody dan Roby.

Adapun warga Bontang Kuala lainnya yakni Arifin dan Udin meminta pemerintah yang baru untuk mengambil sikap. Sebelum banjir rob bertambah parah setiap tahun.

“Solusi yang kami minta, minimal itu jalan utama di tinggikan. Begitu juga dengan trotoar disamping kanan dan kiri. Ya kami sangat berharap pada Walikota dan Wakil Walikota yang baru ini. Bukan hanya di kasih solusi tapi bukti kerjanya ada terlihat nanti,” harap Arifin dan Udin.

Adapun Walikota terpilih sementara, berdasarkan hasil Rapat Pleno Kota oleh KPU Bontang, Basri Rase dan Wakilnya Najirah Adi Darma dinyatakan unggul. Meski belum dilantik dengan resmi.

Dan pada debat Pilkada yang di gelar KPU Bontang beberapa waktu lalu. Keduanya berjanji akan menuntaskan permasalahan banjir di tiga tahun pertama masa kepemimpinan.

Menurut mereka permasalahan banjir akan meruntuhkan ekonomi mikro bila dibiarkan berlanjut.

Sebagai informasi sejak sepekan terakhir bencana alam banjir rob terus dialami warga Bontang Kuala seperti pada Rabu dan hari ini Kamis (17/12/2020).

Kenaikan air laut dimulai sejak pukul 17.00 wita hingga dimalam hari.

Adapun banjir rob memenuhi sepanjang jalan utama Bontang Kuala. Selain itu rumah warga sekitarnya juga ikut terendam air. (AMT).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here